Rekam24.com, Jakarta – Platform media sosial milik Meta, Facebook dan Instagram, sempat mengalami gangguan global (down massal) pada Jumat (12/6/2026) malam. Insiden ini sempat memicu kehebohan publik setelah jutaan pengguna mendadak keluar dari akun (logout) dan kesulitan untuk masuk kembali.
Keluhan pengguna bermunculan dari berbagai negara dan langsung menjadi perbincangan hangat di lini masa. Banyak pengguna mengaku sama sekali tidak dapat mengakses sejumlah fitur penting selama gangguan berlangsung.
Gangguan ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 21.25 WIB di wilayah Eropa dan Amerika Utara. Tak lama berselang, masalah meluas ke berbagai kawasan lain, termasuk Asia, Australia, hingga Timur Tengah.
Baca Juga : Panas! Prediksi dan H2H 4 Laga Piala Dunia 2026 Minggu Dinihari
Berdasarkan data pemantauan layanan digital, jumlah laporan terkait tumbangnya Facebook dan Instagram sempat melonjak hingga lebih dari 850 ribu keluhan. Sebagian besar pengguna melaporkan akun mereka tiba-tiba logout tanpa alasan jelas dan gagal saat mencoba login kembali.
Setelah lumpuh selama hampir dua jam, layanan Facebook dan Instagram mulai berangsur pulih sekitar pukul 23.15 WIB.
Tim teknis Meta langsung melakukan proses pemulihan sistem sehingga sebagian besar pengguna kembali dapat mengakses akun mereka. Meski demikian, beberapa pengguna terpantau masih mengalami kendala akses ringan beberapa saat setelah proses pemulihan.
Baca Juga : Bau Menyengat dari Kontrakan, Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Sukahati Cibinong
Meta akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait penyebab tumbangnya dua platform raksasa tersebut secara global.
“Gangguan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan konfigurasi jaringan internal saat pembaruan rutin sistem. Perubahan pengaturan pada server pengarah lalu lintas data secara tidak sengaja memutus jalur komunikasi antar-pusat data global,” tulis Meta dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).
Menurut pihak perusahaan, insiden bermula saat tim teknis melakukan pemeliharaan sistem rutin demi meningkatkan performa layanan. Namun, terjadi kesalahan konfigurasi yang mengganggu komunikasi data antarsistem.
Baca Juga : Kawal SPMB Ramah 2026, Kemendikdasmen: No Titip, No Jastip
Kesalahan tersebut menyebabkan terputusnya koneksi sementara antara pusat data utama Meta yang berada di Amerika Serikat, Eropa, dan Singapura. Akibatnya, permintaan akses dari jutaan pengguna tidak dapat diproses, yang kemudian memicu gangguan massal pada proses login, pemuatan beranda (feed), hingga akses fitur.
Meta menegaskan bahwa tumbangnya layanan ini murni masalah teknis internal, bukan karena serangan siber maupun upaya peretasan dari pihak luar.
Berdasarkan hasil investigasi awal, perusahaan memastikan tidak ada indikasi aktivitas berbahaya atau akses tidak sah yang mengancam keamanan layanan mereka.
“Perusahaan tidak menemukan indikasi kebocoran data maupun akses tidak sah terhadap informasi pengguna selama insiden terjadi,” tegas Meta.
Menjawab kekhawatiran publik, Meta menjamin seluruh informasi dan data pribadi pengguna tetap aman dan tidak terdampak oleh insiden eror global tersebut.








