Optimalkan Penataan Wilayah dan Penanganan Stunting, Camat Bogor Tengah Fokus pada Mitigasi Bencana

Kecamatan Bogor Tengah terus mematangkan berbagai program strategis, mulai dari infrastruktur, penataan kawasan alun-alun,

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kecamatan Bogor Tengah terus mematangkan berbagai program strategis, mulai dari infrastruktur, penataan kawasan alun-alun, hingga intervensi kesehatan masyarakat pada Selasa (28/4/26).

Dalam keterangannya baru-baru ini, Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama memaparkan sejumlah poin penting terkait progres pembangunan dan pelayanan publik di wilayahnya.

Menanggapi isu penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Kota Bogor, pihak kecamatan menekankan pentingnya sentralisasi lahan. Camat mengungkapkan bahwa pembangunan hanggar di Jalan Nyi Raja Permas menjadi salah satu solusi yang dinanti.

Baca Juga : Tragedi Bekasi Timur: Prabowo Restui Rp4 Triliun untuk Flyover Perlintasan Sebidang

“Konsepnya nanti untuk merelokasi pedagang di sekitar alun-alun. Untuk parkir, harapannya bisa tersentralisir di sana atau menggunakan alternatif gedung Blok F Pasar Anyar agar tidak menggunakan bahu jalan yang menghambat lalu lintas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini fokus utama di kawasan Alun-Alun adalah menjaga kebersihan serta ketertiban umum (Trantibum). Personel Satpol PP disiagakan secara rutin untuk memastikan area tersebut bebas dari PKL guna menjaga estetika kota.

Terkait insiden longsor yang kerap terjadi di Kelurahan Cibogor, pihak kecamatan bergerak cepat melakukan koordinasi lintas dinas. Mengingat kewenangan teknis berada di dinas terkait, kecamatan mengambil peran dalam asesmen awal dan bantuan darurat.

Baca Juga : Diduga Korsleting Saat Isi BBM, Mobil Pick Up Milik Lansia Terbakar di Tenjolaya

“Kami selalu berkoordinasi dengan BPBD, PUPR, dan Perumkim. Mitigasi awal dari kecamatan mencakup asesmen lokasi, pemasangan terpal untuk mencegah longsor susulan, hingga pemberian bantuan natura kepada korban,” tambahnya.

Mengenai pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Camat Bogor Tengah memastikan bahwa proses pemeriksaan lapangan atau ground check telah rampung 100%. Saat ini, pihaknya tengah menunggu hasil verifikasi dari Kementerian Sosial.

“Kami menunggu data top-down dari kementerian pusat. Harapannya, hasil ground check kemarin memberikan perubahan signifikan pada data warga miskin (gakin) desil 1 sampai 5 di wilayah kami,” ungkapnya.

Baca Juga : Prabowo Instruksikan Pembenahan 1.800 Perlintasan Sebidang Buntut Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

Di sektor kesehatan, Kecamatan Bogor Tengah mengandalkan gerakan “Penting Lur” (Gerakan Bersama-sama Intervensi Stunting melalui Pemberian Telur). Program ini merupakan hasil gotong royong ASN Kota Bogor yang menyisihkan sebagian penghasilan untuk penyediaan makanan tambahan.

Selain pemberian telur dan buah, penanganan stunting juga dilakukan melalui Program B3 (MBG) berupa pendistribusian jatah makan tambahan harian bagi anak stunting dan kader Posyandu, serta edukasi pra-nikah melalui sosialisasi bersama Puskesmas kepada remaja putri mengenai pentingnya konsumsi suplemen penambah darah dan penentuan usia nikah ideal.

Selain masalah sosial, Camat juga mengonfirmasi adanya proyek pembangunan gedung kantor kelurahan yang saat ini sedang dalam proses di bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Proyek dengan anggaran senilai Rp1,7 miliar tersebut direncanakan mulai berjalan pada Mei mendatang dengan estimasi waktu pengerjaan selama enam bulan. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *