Rekam24.com, Bogor – Personel Polsek Bogor Tengah bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait adanya aksi tawuran dan pengancaman yang melibatkan pelajar di kawasan Mantarena Lebak, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Kamis (16/4/2026) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini melibatkan siswa dari SMP YP 17 dan SMP N 7 Kota Bogor. Berdasarkan laporan dari Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, kejadian bermula saat dua orang siswa SMP YP 17 sengaja mendatangi SMPN 7 dengan maksud melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam.
Kedua pelaku berinisial NR (15) dan MR (14) diketahui mendatangi lokasi dan mengancam siswa SMP N 7 menggunakan sebilah pisau dapur yang dibawa dari rumah salah satu pelaku. Aksi tersebut berlanjut dengan aksi kejar-kejaran hingga ke wilayah Kp. Mantarena. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera bertindak dan berhasil mengamankan kedua siswa tersebut sebelum situasi semakin memanas.
Baca Juga : Dishub Bogor Pindahkan Parkir Suryakencana-Siliwangi ke Sisi Kanan Per 21 April
Bhabinkamtibmas dan Babinsa (Koptu Andri) segera tiba di lokasi (TKP) untuk mengamankan situasi. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu buah pisau dapur sebagai barang bukti. Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden ini.
Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Setiawan menjelaskan bahwa meskipun tindakan para siswa tersebut meresahkan, pihaknya mengedepankan pembinaan karena para pelaku masih di bawah umur.
“Untuk para siswa yang terlibat, saat ini statusnya dikembalikan kepada pihak sekolah. Kami telah melakukan koordinasi agar pihak sekolah yang memberikan sanksi internal sesuai aturan pendidikan yang berlaku,” ujar Budi, Jumat (17/4/26).
Baca Juga : Kisah Kapolsek Cileungsi Saat Nyamar Jadi Security Saat Penggerebekan Obat-obatan Terlarang
Langkah ini diambil setelah kepolisian berkoordinasi dengan orang tua siswa dan pihak sekolah terkait. Kepolisian mengimbau kepada para orang tua dan tenaga pendidik untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak guna mencegah terulangnya aksi serupa yang dapat membahayakan keselamatan publik.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah aman dan kondusif. (Maya Melina)










