Rekam24.com, Bogor – Kerukunan dan keharmonisan masyarakat heterogen di Kota Bogor memasuki babak baru. Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bogor periode 2026–2031 resmi dikukuhkan bersama dengan FKUB dan FKDM oleh Wali Kota Bogor.
Langkah ini menjadi pijakan awal bagi FPK dalam mengokohkan peran strategisnya sebagai wadah pemersatu keberagaman suku dan budaya di Kota Hujan.
Ketua FPK Kota Bogor, R. Rahardian, mengungkapkan bahwa amanat periode lima tahun ke depan ini akan difokuskan untuk merajut persatuan di tengah keberagaman warga Bogor.
“FPK adalah rumah besar bersama bagi seluruh paguyuban etnis yang tumbuh dan berkembang di Kota Bogor. Saat ini, kepengurusan kami telah menaungi perwakilan dari 26 paguyuban etnis,” ujar R. Rahardian saat diwawancarai usai acara pengukuhan.
Baca Juga : Persib Bandung Ukir Sejarah! Bungkam Melbourne Victory Lewat Comeback Gila, Lolos ke 16 Besar ACL Two
Pembentukan FPK merupakan implementasi langsung dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan. Regulasi ini mengamanatkan pemerintah daerah untuk menggalakkan program pembauran dari tingkat provinsi hingga ke tingkatan kelurahan/desa.
Sebagai mitra strategis Pemkot Bogor melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), FPK memiliki empat pilar tugas pokok, yaitu, menjaring aspirasi, Menampung masukan warga terkait isu-isu kebangsaan.
Ruang Dialog: Menggelar diskusi berkala antartokoh masyarakat dan etnis, Sosialisasi Masif: Mengedukasi masyarakat pentingnya integrasi sosial, Rekomendasi Kebijakan: Menyusun poin masukan strategis bagi kepala daerah.
Baca Juga : Tiga Jenderal Polisi Terseret Kasus Penyadapan Prabowo, Polri Tegaskan Momentum Bersih-bersih Internal
“Bogor adalah kota yang sangat majemuk. Keberagaman ini adalah kekayaan yang harus terus kita rawat dan lestarikan agar Kota Bogor senantiasa kondusif, aman, dan harmonis,” tegas Rahardian.
Menghadapi sisa waktu sekitar dua bulan menjelang akhir tahun, FPK Kota Bogor bakal bergerak cepat. Salah satu agenda prioritas terdekat adalah memperluas struktur organisasi hingga ke tingkat tapak.
“Target awal kami bersama Bakesbangpol adalah membentuk pengurus FPK di tingkat kelurahan, minimal dimulai dari enam kelurahan pilot project,” jelasnya.
Baca Juga : Cukur Cianjur 100-39, Tim Basket Putra Kota Bogor Menuju 8 Besar Porprov Jabar 2026
Selain perluasan struktur, FPK juga menyiapkan serangkaian program aksi nyata yang menyasar langsung masyarakat luas, di antaranya:
Penguatan Internal: Pembekalan teknis bagi seluruh anggota agar memiliki kesamaan persepsi dalam menerjemahkan regulasi pembauran kebangsaan.
Senam Pembauran Kebangsaan: Olahraga bersama sebagai sarana interaksi warga lintas etnis.
Melodi Nusantara & Wisata Kuliner Daerah: Pementasan seni budaya dan pentas kuliner khas Nusantara untuk mempererat kebersamaan.
Guna menyatukan persepsi dari puluhan anggota yang berasal dari latar belakang berbeda, FPK Kota Bogor mengusung semangat baru lewat tagline resminya.
“Kami ingin seluruh anggota bergerak dalam satu frekuensi. Karena itu, kami mengusung tagline FPK Kota Bogor: Bersama, Bersatu, Berdaya. Harapannya, kita bisa maju dan sukses bersama menjaga kondusivitas kota ini,” tutup Rahardian.







