Saham Samsung dan SK Hynix Melonjak Usai Laporan Amazon dan Microsoft Lampaui Ekspektasi

Harga saham Samsung, SK Hynix, dan perusahaan chip AI di Asia melonjak setelah Amazon dan Microsoft membukukan kinerja di atas ekspektasi.

Rekam24.com, Jakarta– Saham perusahaan semikonduktor di Asia melonjak tajam setelah dua raksasa teknologi Amerika Serikat, Amazon dan Microsoft, melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Sentimen positif tersebut kembali membangkitkan optimisme investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud computing).

Penguatan saham terjadi di sejumlah bursa utama Asia, terutama Korea Selatan dan Jepang, setelah kekhawatiran terhadap potensi gelembung (bubble) saham AI yang sempat memicu aksi jual mulai mereda.

Di Korea Selatan, SK Hynix memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 25 persen, berpotensi mencatat lonjakan harian terbesar dalam sejarah perusahaan. Sementara itu, Samsung Electronics juga menguat lebih dari 20 persen, didorong optimisme terhadap meningkatnya permintaan chip memori untuk kebutuhan AI.

Baca Juga : Ayam Kalasan Khas Jogja di Cibinong Bertahan Sejak 2007, Surono Jaga Resep Asli

Sentimen positif turut mengangkat saham perusahaan pendukung industri semikonduktor lainnya, seperti LG Innotek yang naik sekitar 11,2 persen dan Seoul Semiconductor yang menguat 7,8 persen.

Di Jepang, reli saham teknologi juga berlangsung kuat. Advantest, perusahaan penyedia peralatan pengujian chip, melonjak hingga 18 persen. Sementara saham Tokyo Electron, Disco, Lasertec, dan Renesas Electronics mencatat kenaikan antara 9 hingga 13 persen.

Tak hanya itu, SoftBank Group, yang memiliki kepemilikan besar di perusahaan perancang chip Arm, ikut menguat lebih dari 9 persen.

Reli saham semikonduktor di Asia dipicu laporan keuangan Amazon dan Microsoft yang menunjukkan bisnis komputasi awan masih tumbuh kuat seiring tingginya investasi perusahaan global di sektor AI.

Baca Juga : Saham Paling Cuan Hari Ini, IHSG Tembus 6.225, Naik 0,63%! Astra Internasional Melonjak 3%, Saham DEWA Pimpin Transaksi Rp300 Miliar

Di Amerika Serikat, indeks iShares Semiconductor ETF (SOXX) lebih dahulu menguat lebih dari 8 persen, mencerminkan optimisme investor terhadap sektor semikonduktor.

Saham Amazon melonjak lebih dari 9 persen pada perdagangan setelah penutupan pasar (extended trading), didorong pertumbuhan pendapatan Amazon Web Services (AWS) yang melampaui perkiraan analis.

Sementara itu, Microsoft mencatat kenaikan sekitar 16 persen setelah pendapatan layanan cloud Azure tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi. Hasil tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa belanja infrastruktur AI masih terus meningkat.

Kepala Strategi Ekuitas Ortus Advisors, Andrew Jackson, menilai laporan keuangan Microsoft menjadi salah satu faktor utama yang mengembalikan minat investor terhadap aset berisiko.

Menurutnya, pasar memberikan respons positif karena Microsoft tidak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat, tetapi juga mampu menjaga belanja modal (capital expenditure) secara disiplin.

“Investor kini lebih menghargai perusahaan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan efisiensi pengeluaran,” ujarnya.

Optimisme tersebut menjadi sinyal bahwa sektor kecerdasan buatan masih memiliki prospek cerah, terutama bagi perusahaan yang memasok chip, perangkat semikonduktor, dan infrastruktur pendukung teknologi AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *