Prabowo Sindir Elite Sepatu Harus Kotor

Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon. Saya butuh benih yang bagus untuk semua kota dan kabupaten,” katanya.

REKAM24.com Batang – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyindir para elite aparat agar tidak menjadi “jenderal salon” yang hanya ingin tampil bersih dan enggan turun ke lapangan. Pernyataan viral itu disampaikan saat menghadiri Akad Massal 62.000 unit KPR Subsidi dan penyaluran KUR Perumahan senilai Rp 880 miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

“Panglima-panglima, jenderal-jenderal, jangan jadi jenderal salon. Maunya bersih. Sekali-kali jenderal sepatunya harus kotor. Kalau perlu, celananya harus kotor sampai ke dengkul. Tapi jangan kalau menghadap presiden dikotori sepatunya. Itu ilmu dulu,” tegas Prabowo.

Ucapan tersebut langsung memancing tawa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang duduk di barisan depan.

Dorong Gerakan Indonesia ASRI, Minta Aparat Cek Sungai Setiap Hari

Dalam kesempatan yang sama, Presiden menekankan pentingnya gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ia menilai kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut harga diri bangsa, kesehatan masyarakat, dan daya tarik pariwisata.

“Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang jorok, pantai penuh plastik, atau sungai yang penuh sampah. Selain tidak sehat, ini tidak bagus untuk harga diri kita,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian memerintahkan seluruh pemimpin daerah dan aparat untuk turun langsung:

“Gubernur hebat, bupati hebat, wali kota hebat, panglima, Kapolda, Dandim, Kapolres, Kapolsek harus setiap hari mengecek sungai. Minimal satu jam sehari keliling. Jadi pemimpin di depan, bersama rakyat.”

Ia juga meminta para pemimpin menegur warga atau pemilik toko yang membiarkan lingkungannya kotor. Jika tidak diindahkan, segera libatkan tim gabungan kejaksaan dan kepolisian.

“Sampah adalah kehormatan bangsa. Orang Indonesia tidak boleh kotor. Tidak boleh ada kota kotor di Indonesia,” tegasnya.

Lomba Kota Terbersih, Insentif hingga Rp 20 Miliar

Prabowo mengumumkan akan menggelar kompetisi kota terbersih dengan insentif besar. Lima kota terbersih berpotensi mendapat dana hingga Rp 20 miliar. Dana tersebut diharapkan digunakan untuk pengadaan truk sampah, ekskavator, dan peralatan kebersihan.

Presiden juga meminta Panglima TNI memeriksa ketersediaan ekskavator di seluruh Indonesia dan membagikannya ke kabupaten-kabupaten. Sementara Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan diminta segera menyiapkan nursery pohon dalam jumlah besar.

“Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon. Saya butuh benih yang bagus untuk semua kota dan kabupaten,” katanya.

Selain aparat, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat—ketua RT/RW, pengurus masjid, koperasi, direktur BUMN, hingga ASN—untuk bersih-bersih lingkungan minimal 1-2 jam setiap pagi.

Konteks Program 3 Juta Rumah

Acara akad massal di Batang merupakan bagian dari program tiga juta rumah yang digagas pemerintah untuk memperluas akses rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Prabowo menekankan bahwa perumahan harus berada di lingkungan yang bersih, asri, dan indah.

Di akhir sambutan, Presiden juga menyinggung rencana mengumpulkan seluruh kepala daerah di Jakarta dalam rapat khusus untuk membahas gerakan Indonesia ASRI secara mendalam, serta menargetkan penyelesaian seluruh gunung sampah di Indonesia paling lambat akhir 2027.

Dengan gaya tegas bercampur humor, Prabowo menutup pesannya dengan mengulangi poin utama: para jenderal dan panglima harus siap “kotor” demi rakyat, bukan sekadar tampil rapi di lingkungan elit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *