Rekam24.com, Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor melakukan kunjungan ke sejumlah gereja di Kota Bogor, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan ini menjadi agenda rutin Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forkopimda untuk memastikan perayaan Natal berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah.
Dedie Rachim mengapresiasi kerja keras seluruh unsur pengamanan, mulai dari TNI, Polri, hingga aparat penegak hukum dan masyarakat yang turut menjaga stabilitas Kota Bogor.
Baca Juga : BRI Cabang Jakarta Pondok Indah Meriahkan HUT BRI ke-130, Gelar Pameran Road Mall to Mall
“Ini berkat kerja keras Pak Kapolresta, Pak Dandim, Pak Dandenpom, kejaksaan, pengadilan, serta TNI-Polri seluruh jajaran dan unsur masyarakat. Mudah-mudahan dengan kondisi yang baik ini, umat Kristiani bisa melaksanakan ibadah dan merayakan Natal dengan sebaik-baiknya,” ujar Dedie.
Pada kesempatan tersebut, Dedie juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei Indeks Kerukunan Antarumat Beragama, tingkat toleransi di Kota Bogor berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini, menurutnya, menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan dan keberlanjutan pembangunan.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci pembangunan agar ke depan Kota Bogor menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Baca Juga : Pemkot Bogor Torehkan 82 Penghargaan Selama 2025
Sementara itu, terkait perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026, Dedie menegaskan bahwa Pemkot Bogor bersama Forkopimda sepakat mengimbau masyarakat untuk merayakannya secara sederhana.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati terhadap warga yang masih terdampak bencana dan tengah berada di pengungsian dengan keterbatasan listrik serta air bersih.
“Kami mengimbau agar penyalaan kembang api dibatasi semaksimal mungkin serta kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah besar dikurangi. Kita ingin berempati kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkot Bogor Torehkan 82 Penghargaan Selama 2025
Dedie menambahkan, perayaan yang berlebihan dapat mengurangi nilai kemanusiaan di tengah kondisi duka yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
“Tidak perlu ada konvoi, tidak perlu kumpul-kumpul dalam jumlah besar, dan tidak ada penyalaan kembang api,” tegasnya.
Selain menyambangi gereja, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan patroli bersama serta peninjauan pos pengamanan dan pos terpadu di sejumlah titik strategis Kota Bogor.










