Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan sport center terbesar di dunia yang akan dibangun di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana besar pemerintah pusat untuk membangun pusat pelatihan olahraga nasional terpadu lengkap dengan akademi olahraga dan fasilitas penunjang pendidikan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, pembangunan sport center itu menjadi salah satu program strategis yang mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga : HUT Ke-209 Kebun Raya Bogor Resmikan Taman Araceae Sebagai Konservasi dan Edukasi.
Menurut Rudy, konsep pembangunan tidak hanya berfokus pada arena olahraga, tetapi juga menyiapkan fasilitas pendidikan dan pembinaan atlet secara menyeluruh.
“Pak Presiden bukan hanya memikirkan sisi kompetisi olahraga, tetapi juga sumber daya manusianya. Pendidikan dan fasilitas pendukung harus tersedia secara lengkap,” kata Rudy, Senin 18 Mei 2026.
Rudy menjelaskan, wilayah Desa Candali dan Desa Cimulang dipilih sebagai lokasi pembangunan karena berada di kawasan lahan milik pemerintah pusat yang dinilai memiliki potensi pengembangan besar.
Ia menyebut, sebagian area tersebut merupakan lahan perkebunan sawit milik PTPN dengan usia tanaman yang sudah cukup tua sehingga dinilai tepat untuk dialihfungsikan menjadi kawasan pengembangan olahraga nasional.
Baca Juga : Keluarga Suami Adalah Hama: Debut Drama Anggy Umbara Soal Sisi Kelam Tinggal Serumah dengan Mertua
Selain faktor lahan, aksesibilitas kawasan Rancabungur juga menjadi pertimbangan utama pemerintah pusat. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada tidak jauh dari Landasan Udara Atang Sanjaya.
“Lokasinya dekat dengan Lanud Atang Sanjaya dan saat ini juga sedang dikaji bersama terkait potensi pengembangan akses transportasi pendukung,” ujarnya.
Rudy menambahkan, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan operasional Lanud Atang Sanjaya menjadi bandara semi-komersial yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat umum.
“Ke depan masih dikaji kelayakannya apakah bisa dioperasionalkan menjadi bandara semi-komersial,” jelasnya.









