HUT Ke-209 Kebun Raya Bogor Resmikan Taman Araceae Sebagai Konservasi dan Edukasi.

Sejarah panjang Kebun Raya Bogor tidak dapat dipisahkan dari kontribusi riset dan konservasi berkelanjutan

Rekam24.com, Bogor – Kebun Raya Bogor (KRB) resmi menginjak usia 209 tahun. Dalam momentum peringatan hari jadi tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama pihak pengelola menekankan pentingnya penguatan fungsi kebun botani ini sebagai pusat konservasi tumbuhan, edukasi, serta simbol kolaborasi lintas sektor. Senin (18/5/2026).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andes Hamuraby Rozak menyampaikan bahwa perjalanan sejarah panjang Kebun Raya Bogor tidak dapat dipisahkan dari kontribusi riset dan konservasi berkelanjutan. Salah satu rekam jejak penting KRB dalam sejarah ekonomi nasional adalah perannya sebagai lokasi aklimatisasi awal komoditas kelapa sawit dan pohon kina di Indonesia.

“Asal mula untuk penanaman kelapa sawit datang ke Kebun Raya Bogor, termasuk pengembangan kina. Untuk kelapa sawit, monumennya berada tidak jauh dari sini,” kata Andes.

Baca Juga : Guru BK SMAN 4 Cibinong Diduga Cabuli Siswi, KCD Jabar Tunggu Hasil Pemeriksaan dan Proses Polisi

Andes menambahkan, meski saat ini riset dan pengembangan (Research and Development) industri kelapa sawit sudah sangat maju di sektor industri, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN kini mengalihkan fokus pada riset bioprospeksi. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan berkelanjutan dari tumbuhan asli Indonesia. Salah satu fokus riset yang saat ini sedang berjalan secara intensif adalah penelitian tanaman dari famili Araceae (talas-talasan).

Sementara itu, Managing Director dari PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto mengapresiasi pelibatan aktif pihak pengelola oleh pemerintah dalam memajukan kawasan konservasi ini. Ia menyebut kerja sama yang berjalan saat ini merupakan implementasi nyata dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin nomor 17, yaitu Partnership for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Kerja sama ini melibatkan pihak swasta, pemerintah kota, hingga pemerintah pusat untuk mengelola Kebun Raya Bogor sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Di sini menjadi simbol sinergi dalam merawat kebun raya demi kemajuan ilmu lingkungan,” jelas Margo.

Baca Juga : Mobil Hancur Tabrak Truk, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy Selamat dari Kecelakaan Maut

Margo juga menanggapi terkait kelanjutan program revitalisasi di area Kebun Raya Bogor. Pihak pengelola memastikan bahwa rencana pengembangan dan modernisasi infrastruktur ke depan akan tetap memprioritaskan fungsi utama kebun botani.

“Tentu saja revitalisasi atau pengembangan baru itu pasti ada untuk memodernkan Kebun Raya Bogor. Namun, kami tidak akan lupa dengan marwahnya, yaitu edukasi dan lingkungan. Rencana ke depan tidak akan keluar dari fungsi lingkungan dan fungsi edukasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *