Rekam24.com, Bogor –Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah proaktif dengan melakukan intervensi perbaikan di sejumlah titik jalan nasional dan provinsi yang mengalami kerusakan parah di wilayah Kota Bogor. Langkah ini diambil guna merespons tingginya angka pengaduan masyarakat terkait kecelakaan akibat jalan berlubang.
Hal itu diungkapkan langsung orang nomor satu di Kota Bogor, Dedie A Rachim saat meninjau perbaikan jalan rusak di Jalan Pajajaran, tepatnya di depan restoran gurih 7, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu 28 Februari 2026 malam,
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa volume kendaraan yang sangat tinggi di jalur-jalur protokol, seperti Jalan Pajajaran, membuat risiko kecelakaan meningkat jika perbaikan terus menunda koordinasi administrasi yang panjang.
“Volume atau traffic kendaraannya sangat tinggi. Kita mendapatkan pengaduan dari masyarakat, beberapa kejadian masyarakat terjatuh. Kita sudah bersurat secara administrasi kepada PPK 52 Balai Besar Jalan Nasional, namun karena kalau menunggu terlalu lama korban tambah banyak, kami putuskan untuk intervensi semampu pemerintah daerah,” ujar Dedie saat meninjau proses pengaspalan pada malam hari.
Baca Juga : Gagas Perwali Kepemudaan, Dedie Rachim Buka Kran Inovasi Pemuda Bogor
Meskipun status jalan tersebut merupakan wewenang pusat atau provinsi, Dedie menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan agar tindakan cepat Pemkot Bogor tidak menyalahi aturan. Prioritas utama saat ini adalah memastikan lintasan dari arah Cibinong menuju Ciawi aman bagi pengendara, terutama menjelang musim mudik Lebaran.
“Ini semata-mata untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melintas. Ada sekitar empat atau lima titik yang kami intervensi. Intinya kita koordinasi, selama ada komunikasi, mereka (Pemerintah Pusat/Provinsi) mengizinkan karena ini untuk kepentingan masyarakat juga,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor menjelaskan bahwa perbaikan di Jalan Pajajaran dilakukan dalam dua segmen, yakni dimensi meter dan meter. Selain menangani jalan nasional, Dinas PUPR juga terus mengejar target perbaikan jalan milik kota.
Baca Juga : Kunjungi Balai Kota Bogor, Menko AHY: Kita Dorong Bogor Jadi City of Performing Arts
“Dari total jalan milik kota, sudah hampir 93% yang kita intervensi. Target kita sampai bulan Mei nanti kondisi jalan di Kota Bogor insyaallah sudah mantap,” jelas Kadis PUPR.
Terkait titik kerusakan lain seperti di Jalan Baru (KH Sholeh Iskandar), pihak PUPR mengonfirmasi bahwa saat ini sedang ditangani langsung oleh Satker Kementerian PUPR karena adanya kendala teknis terkait jaringan PLN tegangan tinggi dan perlunya pembuatan saluran air baru.
Pemkot Bogor juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan kerusakan jalan melalui aplikasi Si Badra atau langsung ke Dinas PUPR.
“Terutama di lintasan protokol milik Pemkot, silakan disampaikan. Kondisi cuaca saat ini memungkinkan jalan rusak lagi setelah diperbaiki. Kami standby, apabila jalan nasional atau provinsi mengalami kendala (perbaikan), kami siap terjunkan tim seperti di Jalan Pajajaran ini,” tutup Dedie.










