Rekam24.com, BOGOR – Kota Bogor bersiap menghadapi “invansi” besar-besaran pada musim mudik dan libur Lebaran 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprediksi sebanyak 500.000 pendatang, yang terdiri dari pemudik dan wisatawan, akan memadati wilayah Kota Bogor dalam rentang waktu libur Idul Fitri tahun ini.
Lonjakan ini terbilang signifikan karena mencapai dua kali lipat dari jumlah warga lokal yang meninggalkan Bogor (mudik keluar) yang diprediksi hanya mencapai 250.000 orang.
Menanggapi potensi kemacetan parah, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa pihaknya fokus pada titik-titik krusial yang menjadi “wajah” Kota Bogor, terutama kawasan Tugu Kujang dan jembatan Otista.
Baca Juga : Curhat Jonathan Frizzy Soal Hidup di Penjara: Minggu Pertama Paling Berat
“Kami tidak ingin terjadi stagnasi total. Jika volume kendaraan dari arah Tol Jagorawi menuju Gerbang Tol Baranangsiang terpantau melonjak tajam dan melebihi kapasitas jalan protokol, kami segera berlakukan pengalihan arus,” tegas Dedie, Rabu (11/3/2026).
Skenario rekayasa lalu lintas yang disiapkan meliputi:
Pengalihan Jalur Utama: Kendaraan dari arah Jakarta akan diarahkan keluar melalui Exit Sentul Selatan dan Exit Bogor Selatan (Summarecon).
Manajemen Arus Tengah: Pengetatan penjagaan di seputar Sistem Satu Arah (SSA) untuk menjaga kelancaran akses menuju destinasi wisata dan kuliner.
Baca Juga : Drainase Tak Kuat Tahan Hujan, Longsor Hantam Pemukiman di Tegallega
Tak hanya soal aspal dan kendaraan, Pemkot Bogor juga memperkuat sisi pengamanan dengan mengerahkan personel gabungan dari TNI/Polri serta organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk menjaga kondusivitas di titik-titik keramaian.
Sebagai upaya preventif mengurangi volume kendaraan pribadi, Pemkot juga mengandalkan program Mudik Gratis. Program ini diharapkan dapat menekan angka penggunaan motor dan mobil pribadi, sehingga beban jalan di pusat kota bisa sedikit berkurang.
“Kami mengimbau wisatawan maupun pemudik untuk memantau informasi lalu lintas secara real-time melalui kanal resmi Pemkot Bogor sebelum memulai perjalanan,” pungkas Dedie.










