Rekam24.com, Bogor – Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa jam, bocah 14 tahun bernama Fikri yang sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Ciesek akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (9/4/2026) malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 19.35 WIB oleh tim gabungan yang melakukan penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Proses pencarian difokuskan di aliran sungai wilayah Kampung Legok Nasom, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan metode penyisiran darat serta penggunaan jangkar dari tepian sungai untuk mempersempit titik pencarian.
Baca Juga : Dorong Inovasi Lokal, Kementan Investasi Rp250 Miliar untuk Benih IPB
“Tim melakukan pencarian secara visual dari darat dan menggunakan jangkar untuk menyisir dasar sungai sebelum akhirnya dilakukan penyelaman oleh relawan,” ujarnya.
Upaya pencarian sempat mengalami kendala karena kondisi arus sungai yang cukup deras serta kedalaman yang mencapai beberapa meter. Namun tim tetap berupaya maksimal dengan membagi titik pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Setelah beberapa jam pencarian, relawan akhirnya memutuskan melakukan penyelaman di titik yang dicurigai. Hasilnya, korban berhasil ditemukan di kedalaman sekitar lima meter dari permukaan air.
Baca Juga : Diduga Kebocoran Gas Picu Ledakan di Lapangan Padel Ciangsana, Sekolah Rusak dan Belajar Dialihkan Daring
“Korban ditemukan oleh relawan dengan cara penyelaman di kedalaman kurang lebih lima meter, tidak jauh dari lokasi awal tenggelam,” kata Jalaludin.
Begitu ditemukan, korban langsung dievakuasi ke daratan dan selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Suasana haru menyelimuti proses evakuasi ketika keluarga korban dan warga setempat menyaksikan langsung.
Jalaludin menambahkan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencarian dan penyelamatan, dengan melibatkan berbagai unsur dari BPBD, TNI-Polri, Damkar, relawan, hingga masyarakat sekitar.
“Kami langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur di lapangan dan melakukan langkah-langkah cepat agar korban bisa segera ditemukan,” tutupnya.










