Rekam24.com, Bogor – Pimpinan Emansipasi Rakyat (PEMNAS) Bogor Raya secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menata dan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Bogor.
Ketua PEMNAS Bogor Raya, Galih Rafsanjani, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah krusial untuk mengembalikan fungsi estetika kota sekaligus meningkatkan taraf hidup para pedagang.
“Kami mendukung penuh langkah Pemkot Bogor. Kebijakan ini adalah upaya nyata menciptakan ketertiban dan kenyamanan kota, sekaligus mendorong pedagang agar ‘naik kelas’ menjadi pelaku usaha yang lebih tertata dan berdaya saing,” ujar Galih.
Baca Juga : Mau Tinggalkan Indonesia Bareng Ruben Onsu, Betrand Onsu Ungkap Nasib Karier Sebagai Penyanyi
Pemkot Bogor diketahui telah menyiapkan infrastruktur pendukung sebagai solusi bagi para pedagang. Lokasi relokasi diarahkan ke pasar resmi seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari (Gembrong) yang kini memiliki fasilitas lebih memadai serta dukungan pembiayaan bagi pedagang.
Menurut Galih, langkah ini tidak boleh dilihat hanya sebagai penertiban fisik, melainkan bentuk pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan berdagang di lokasi yang resmi, aktivitas ekonomi menjadi lebih:
Legal: Memiliki kepastian hukum tempat usaha.
Aman: Terhindar dari pungutan liar dan cuaca buruk.
Berkelanjutan: Akses konsumen yang lebih terorganisir.
Baca Juga : Rela Tunggu Ayu Ting Ting Pulang Liburan, Sikap Ivan Gunawan Kala Rilis Parfum Jadi Sorotan
Menutup pernyataannya, PEMNAS Bogor Raya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi demi mewujudkan Bogor yang lebih baik melalui tiga poin utama:
Kepada PKL: Mengimbau untuk kooperatif dan mengikuti proses relokasi ke tempat yang telah disediakan.
Kepada Masyarakat: Mengajak warga untuk mulai membiasakan diri berbelanja di pasar-pasar resmi yang lebih bersih dan nyaman.
Kepada Stakeholder: Meminta semua pihak bersinergi menjaga ketertiban kota demi kepentingan bersama.
“Mari bersama kita wujudkan Bogor yang tertib, indah, dan ekonominya berdaya saing,” pungkas Galih.










