Uji Coba Parkir Kanan Jalan Suryakencana: Lalin Lancar, Jukir Mengeluh “Kagok”

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan uji coba pemindahan jalur parkir di kawasan kuliner legendaris Jalan Suryakencana (Surken).

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan uji coba pemindahan jalur parkir di kawasan kuliner legendaris Jalan Suryakencana (Surken). Sejak Selasa (21/4/26), posisi parkir yang semula berada di sisi kiri jalan kini dialihkan sepenuhnya ke sisi kanan

Kebijakan baru ini menuai reaksi beragam dari para penghuni kawasan tersebut, mulai dari pedagang buah hingga juru parkir (jukir).

Bagi sebagian warga, perubahan ini dianggap membawa dampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas. Dadang (62), seorang pedagang buah khas Bogor, menyebut ritme kendaraan kini jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga : Lawan Ketidakadilan, Megawati Ajak Perempuan Kuasai Ruang Sosial dan Politik.

“Kelihatannya agak lancar kalau (lewat) belah kiri situ. Sebelumnya kan sering macet. Jadi lumayan sekarang dipindahin, mobil agak lancar,” ujar Dadang saat ditemui di lapaknya.

Meski arus kendaraan membaik, Dadang belum bisa memastikan apakah perubahan ini akan memengaruhi omzet penjualannya. Mengingat ini baru hari pertama, ia masih akan memantau situasi hingga satu pekan ke depan.

Di balik efektivitas lalu lintas, terselip harapan besar para pedagang kecil di Surken. Dadang, yang sudah lama berjualan di depan toko atas izin pemiliknya, berharap kebijakan penataan ini tidak berujung pada penggusuran.

Baca Juga : Semangat Kartini di Era Digital, Nunur Nurhasdian Dorong Perempuan Lebih Berdaya

“Saya berharap tetap diperbolehkan mencari nafkah di sini, karena bingung harus pindah ke mana,” tambahnya.

Pandangan berbeda datang dari Fikri (49), seorang juru parkir setempat. Ia mengaku kebijakan ini cukup menyulitkan teknis di lapangan. Menurutnya, posisi parkir di sisi kanan sebelumnya jauh lebih memudahkan manuver kendaraan.

“Kalau sekarang (posisi kiri) terasa kagok. Kagok keluarin, kagok masukin mobilnya,” keluh Fikri.

Baca Juga : Mengenal Andien, Sosok Kartini Lapangan yang Menjaga Asrinya Taman Heulang Bogor

Selain kendala teknis, Fikri mengaku mengalami penurunan pendapatan di hari pertama uji coba. Ia merasa arus kendaraan di jalur kiri justru membuat akses masuk-keluar parkir menjadi terhambat karena kepadatan volume kendaraan yang menumpuk.

“Rezeki memang sudah ada yang mengatur, tapi tetap saja terasa. Saya jadi kehilangan beberapa pemasukan. Harapannya ya kembali lagi ke asal saja. Kalau diubah mendadak begini, kita kaget,” tutup Fikri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *