Rekam24.com, Bogor – Bencana banjir lintasan yang menerjang Bogor beberapa hari belakangan memicu diskusi hangat mengenai akar masalah yang sebenarnya. apakah ini murni faktor alam, atau dampak nyata dari kelalaian manusia?
Menanggapi hal tersebut, Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi, Prof. Etty Riani dari IPB memberikan pandangan kritisnya. Menurut beliau, kita tidak bisa hanya menunjuk satu faktor sebagai kambing hitam. Kejadian ini merupakan akumulasi dari dua faktor utama yang saling mengunci.
Prof. Etty menegaskan bahwa banjir ini adalah hasil dari kombinasi cuaca ekstrem dan buruknya pola perilaku masyarakat.
Baca Juga : Bocah 6 Tahun Hanyut di Sungai Ciliwung Sukaraja, Pencarian Masih Dilakukan
Hujan deras akhir-akhir ini melampaui kapasitas alami drainase sungai, sementara kebiasaan membuang sampah ke sungai semakin memperparah penyumbatan dan kondisi yang ada.
“Kalau mau jujur, cuaca ekstrem yang kita alami saat ini pun sebenarnya berhulu dari perilaku manusia juga,” ujar Prof. Etty.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem tidak terjadi secara tiba-tiba. Pola konsumsi, degradasi lahan, dan ketidakpedulian terhadap ekosistem secara global maupun lokal berkontribusi pada ketidakseimbangan iklim.
Banjir lintasan Sungai Ciparigi adalah teguran keras bahwa alam hanya merespons apa yang kita berikan kepadanya. Jika kita terus memberikan sampah, maka bencana adalah jawaban yang akan kita terima.










