Rekam24.com, Bogor – Momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menjadi pijakan penting bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk terus meningkatkan kinerja.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menegaskan komitmennya untuk tidak berpangku tangan dan terus berproses dalam mewujudkan mimpi serta harapan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya usai upacara peringatan HJB di Balaikota Bogor, Rabu (3/6/2026).
Menanggapi adanya kekurangan di beberapa sektor, Dedie menyatakan bahwa seluruh lini pembangunan saat ini sedang berjalan maksimal meskipun membutuhkan proses.
Baca Juga : Pasar Saham Diguncang Capital Outflow, IHSG Jeblok Nyaris 5 Persen
“Hari Jadi Bogor harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen memajukan daerah. Saya yakin seluruh ASN tidak sedang bertopang dagu, tetapi betul-betul berusaha semaksimal mungkin mewujudkan mimpi masyarakat,” ujar Dedie.
Ia juga menambahkan bahwa proses pembangunan tidak dapat terjadi secara instan karena adanya berbagai keterbatasan.
“Kalau memang masih ada yang belum sempurna, itu semua sedang berproses. Anggarannya berproses, sumber daya manusianya (SDM) juga berproses,” lanjutnya.
Baca Juga : Tangisan dari Semak-semak Pinggir Sungai, Bayi Perempuan Terlantar Ditemukan Warga Parung
Mengenai fokus ke depan, Pemkot Bogor menggarisbawahi dua pilar utama pembangunan, yakni pembenahan infrastruktur dan peningkatan daya saing SDM. Pemerintah berharap masyarakat tidak hanya bergantung pada stimulus anggaran daerah, melainkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri dan inovatif.
Pengembangan SDM Bogor ke depan diarahkan untuk meningkatkan daya saing melalui inovasi dan kreativitas. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi di luar APBD, serta menumbuhkan wirausahawan baru yang dapat menciptakan lapangan kerja.
Pemkot Bogor menekankan bahwa kemajuan daerah tidak bisa diraih hanya lewat kerja keras birokrasi, melainkan harus didukung partisipasi aktif warga. Kolaborasi antara sektor publik dan privat menjadi harga mati demi percepatan pembangunan.
“Kalau ada masyarakat yang punya kemampuan untuk menciptakan inovasi dan membuka lapangan pekerjaan, tentu itu menjadi bagian penting dari sinergi kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat,” pungkasnya.









