Rekam24.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada perdagangan sesi pertama, Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup merosot hingga 305,94 poin atau 4,94 persen ke level 5.889,48. Pelemahan signifikan ini dipicu oleh derasnya arus keluar dana asing (capital outflow) dari pasar saham domestik.
Berdasarkan data perdagangan hingga tengah hari, investor asing membukukan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp525,37 miliar di seluruh pasar. Total nilai penjualan asing mencapai Rp5,74 triliun, melampaui nilai pembelian yang hanya sebesar Rp5,21 triliun.
Tekanan jual investor asing terlihat sangat dominan pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target aksi jual terbesar dengan net foreign sell mencapai Rp265,32 miliar.
Baca Juga : Tangisan dari Semak-semak Pinggir Sungai, Bayi Perempuan Terlantar Ditemukan Warga Parung
Selain BBCA, tekanan jual juga melanda PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp257,53 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp198,73 miliar. Saham-saham lain yang turut dilepas asing di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp104,14 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp90,94 miliar, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp57,13 miliar.
Di tengah aksi lego massal tersebut, sejumlah saham justru masih menjadi buruan investor asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar beli bersih (net foreign buy) dengan nilai Rp165,59 miliar. Posisinya disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp87,04 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp86,96 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp43,21 miliar.
Aksi jual masif ini membuat IHSG terus tertekan sejak bel pembukaan. Sempat dibuka di level 6.207,10 dan mencapai posisi tertinggi harian di 6.213,80, indeks terus meluncur ke zona merah hingga menyentuh level terendah di 5.876,32, sebelum akhirnya tertahan di area 5.889 pada akhir sesi pertama.
Baca Juga : HJB ke-544: Perumda PPJ Gelar Bazar Ekonomi Rakyat di Blok F Kebon Kembang
Nilai transaksi perdagangan hingga siang ini terbilang jumbo, yakni mencapai Rp26,12 triliun dengan volume perdagangan 26,12 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,46 juta kali.
Dari sisi aktivitas broker, transaksi pasar masih didominasi oleh sekuritas besar. UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat nilai transaksi tertinggi senilai Rp3,92 triliun. Diikuti oleh Stockbit Sekuritas Digital (XL) sebesar Rp3,37 triliun, Mandiri Sekuritas (CC) Rp3,13 triliun, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) Rp2,12 triliun, dan CGS International Sekuritas Indonesia (YU) sebesar Rp1,8 triliun.
Kejatuhan IHSG kali ini dipicu oleh langkah investor asing yang aktif melakukan rotasi portofolio pada saham-saham berkapitalisasi besar. Arus keluar dana asing ini kembali membebani sektor perbankan dan saham konglomerasi yang selama ini menjadi penopang utama indeks.
Kendati demikian, aksi akumulasi beli terlihat masih berlanjut pada sejumlah saham komoditas dan energi, seperti BUMI, AMMN, dan BREN.









