Rekam24.com, Bogor – Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University sukses menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Kegiatan yang mengusung misi pemberdayaan ekonomi perempuan ini digelar di Kelompok Tani Setia, Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh 21 peserta perempuan anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor di bawah pimpinan Ibu Wiwit Munggarani. Inisiatif ini digagas sebagai solusi nyata atas terbatasnya diversifikasi pangan lokal di wilayah perdesaan, sekaligus menekan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu impor.
Singkong yang menjadi komoditas unggulan Jawa Barat dipilih sebagai bahan baku utama. Melalui proses fermentasi, mocaf menghasilkan karakteristik tepung bertekstur lembut dengan cita rasa yang lebih netral dibandingkan tepung singkong biasa. Keunggulan lainnya, mocaf sama sekali tidak mengandung gluten (gluten-free) sehingga aman dikonsumsi penderita selesma (celiac) maupun individu dengan sensitivitas gluten.
Baca Juga : Musim Kemarau, Damkar Catat 34 Kebakaran di Kabupaten Bogor, Warga Diminta Waspada
Acara dibuka resmi oleh Kepala Divisi Teknik Biosistem IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Rokhani menekankan pentingnya menjembatani hasil riset akademis dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Riset yang hanya berhenti di laboratorium tidak akan banyak berarti jika tidak sampai ke tangan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan ilmu pengetahuan di IPB benar-benar memberi manfaat langsung untuk pemberdayaan kaum perempuan,” ujar Prof. Rokhani.
Ia menambahkan, diversifikasi pangan berbasis bahan baku lokal sangat strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi sektor rumah tangga. Ketergantungan pada satu jenis pangan dinilai sangat rentan terhadap berbagai risiko seperti gagal panen, perubahan iklim, maupun gangguan distribusi.
Baca Juga : BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket Jumat Berkah ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta
Sesi edukasi diawali dengan pemaparan materi oleh dosen Divisi Teknik Biosistem, Dr. Nanik Purwanti, S.TP., M.Sc. Nanik mengupas tuntas potensi pasar, rantai produksi, hingga nilai ekonomis dari berbagai produk turunan mocaf seperti mi, cookies, biskuit, kue, hingga roti.
Berbeda dengan penyuluhan teoritis biasa, pelatihan ini menerapkan pendekatan praktik langsung (hands-on). Ketua Kelompok Tani Setia, Pak Ujang, mendemonstrasikan proses pembuatan tepung mocaf secara higienis kepada para peserta.
Didampingi tim dosen, seluruh peserta kemudian mempraktikkan langsung pengolahan tepung mocaf menjadi produk siap konsumsi, yaitu mi ayam mocaf dan cookies. Edukasi interaktif ini disambut hangat oleh para ibu yang mulai menyadari nilai tambah ekonomi dari singkong. Selama ini, singkong di wilayah tersebut kerap dijual mentah dengan harga murah.
Baca Juga : Muharram Berkah: Masjid Al-Madinah Rangkul 355 Yatim dan Dhuafa
“Sebelumnya kami hanya tahu singkong itu direbus atau digoreng saja. Sekarang kami jadi paham cara mengolahnya menjadi tepung untuk mi dan cookies. Ilmunya sangat berguna karena kami langsung praktik, jadi mudah diingat,” tutur salah satu peserta.
Sebagai perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, Divisi Teknik Biosistem IPB University menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah penyangga kampus (buffer zone). Ke depan, program pendampingan lanjutan akan terus digulirkan agar produk olahan ini dapat naik kelas dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Prof. Rokhani yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri, Science Techno Park (STP) IPB University, bahkan menawarkan peluang bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan produksi biskuit, roti, hingga croissant di Teaching Industry STP IPB.
“Semoga pelatihan diversifikasi pangan ini mampu meningkatkan nilai tambah singkong, sekaligus membuka peluang usaha yang menjanjikan dan berkelanjutan bagi masyarakat,” harapnya.







