Rekam24.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa seluruh kegiatan penegakan hukum di Gedung Bundar, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, tetap berjalan normal dan sesuai SOP. Hal ini disampaikan guna meluruskan berbagai opini dan pemberitaan yang beredar di masyarakat terkait tindakan penegakan hukum oleh Polri yang menyeret institusi kejaksaan maupun pejabatnya.
“Kami memastikan bahwa seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan… di Gedung Bundar, baik penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun eksekusi barang bukti, tetap berjalan cepat dan terjaga kualitasnya,” ujar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Saat ini, Gedung Bundar sedang fokus menyelesaikan perkara yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan program prioritas nasional, seperti tata kelola pertambangan serta pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung juga menegaskan komitmennya untuk tetap menghormati setiap proses hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum lain sejauh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Pencairan PKH Mulai 10 Juli 2026, Cek Status BLT Kesra Rp900 Ribu Di Sini
Merespons pertanyaan awak media mengenai isu penggeledahan rumah di Sentul dan temuan sejumlah uang, Jampidsus membenarkan bahwa rumah tersebut adalah aset pribadinya yang kepemilikannya sudah berlangsung lama. Terkait temuan uang, ia menegaskan bahwa uang tersebut memiliki pemilik dan peruntukan yang jelas untuk kegiatan pembangunan.
“Uang yang ditemukan di rumah Sentul itu ada yang punya, ada kegiatannya… Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar, tetapi tentunya melalui forum acara yang sesuai prosedur hukum, bukan di forum (pers) ini,” jelasnya. Ia juga membantah keterlibatan dirinya dalam bisnis restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Mengenai rumor yang menyebutkan dirinya akan mengundurkan diri akibat tekanan kasus ini, Jampidsus membantahnya secara tidak langsung dengan menyatakan bahwa ia masih terus menerima dan menjalankan perintah pimpinan untuk menyelesaikan pemberkasan perkara.
Baca Juga : Rumah Mewah di Sentul Bogor Disegel, Diduga Milik Febrie Adriansyah
Selain isu aset, nama Jampidsus juga sempat dikaitkan dengan penyidikan kasus pemadaman listrik (blackout) di Sumatra yang tengah diusut pihak kepolisian. Menanggapi hal tersebut, ia mengaku tidak paham mengenai korelasi jabatannya dengan kasus tersebut.
Namun, berdasarkan informasi yang ia baca terkait dugaan penyelewengan pengadaan batu bara PLTU, ia menyarankan agar dilakukan audit menyeluruh terlebih dahulu.
“Sebaiknya memang dilakukan audit terlebih dahulu secara keseluruhan, baik mengenai jumlah kebutuhan, kualitas yang masuk, transaksi pembelian, dan prosedur pengadaannya, sehingga kita tahu apakah ada perbuatan melawan hukum di sana,” pungkasnya.








