Proyek Jalan PSEL Dikritik, Dinas PUPR Kota Bogor Buka Suara

Dinas PUPR Kota Bogor menegaskan bahwa pembukaan jalan menuju lokasi PSEL dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Kayu Manis

Rekam24.com, Bogor – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor menegaskan bahwa pembukaan jalan menuju lokasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Kayu Manis merupakan program strategis nasional yang wajib direspons cepat. Langkah ini diambil agar Kota Bogor tidak kehilangan momentum anggaran dari pemerintah pusat.

Penegasan tersebut sekaligus menjawab opini masyarakat yang menilai pembangunan infrastruktur jalan itu terkesan terburu-buru dan dipaksakan.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa proyek PSEL dan IPAL merupakan program pusat yang didanai langsung oleh APBN. Oleh karena itu, kesiapan daerah dalam menyediakan infrastruktur penunjang—seperti akses jalan—menjadi sangat krusial.

Baca Juga : Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Sebagai Tersangka Kasus Batu Bara dan TPPU

“Ini program strategis nasional. Kita berkompetisi dengan kabupaten dan kota lain di Indonesia, dan kebetulan Kota Bogor yang berhasil mendapatkan program ini. Jadi, kita harus siap,” ujar Esti, Selasa (7/7/2026).

Saat ini, proyek pembangunan fisik dari pusat tersebut sedang masuk tahap lelang di Danantara. Jalur yang sedang disiapkan ini nantinya akan menjadi akses multiguna untuk menuju PSEL maupun IPAL.

“Mau untuk IPAL atau PSEL, yang penting kami buka dulu jalan menuju lokasi. Kalapun salah satu belum berjalan, jalan ini tetap berfungsi untuk IPAL. Jadi tidak ada yang sia-sia, masyarakat justru diuntungkan dengan akses baru ini,” jelasnya.

Baca Juga : Podcast KPU, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Masyarakat Perkuat Partisipasi Politik dan Demokrasi yang Berkualitas

Secara teknis, total panjang jalan yang akan dibuka mencapai 1,6 hingga 1,7 kilometer dari jalan utama. Untuk tahun anggaran ini, Pemkot Bogor mengalokasikan Rp2 miliar yang kini dalam proses lelang pengerjaan jalan.

Sementara untuk pembukaan lahan awal hingga ujung lokasi, Dinas PUPR memaksimalkan sistem swakelola (sumber daya internal) guna menghemat anggaran negara.

“Untuk pembukaan lahan sampai ujung, kita gunakan anggaran pemeliharaan internal. Alat berat punya sendiri, bensin ada, personel siap. Tinggal kita buka lahannya,” tambah Esti.

Mengenai progres lapangan yang dinilai sempat terlambat, Esti tidak menampiknya. Ia mengakui ada faktor eksternal yang sempat menghambat pengerjaan di awal.

“Harusnya bisa lebih cepat, tapi di lapangan agak molor karena sempat ada kendala kerusakan pembatas dan dinamika lainnya. Namun yang pasti, kami akan bekerja secepat mungkin untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *