Rekam24.com, Bogor – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengadakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para wartawan yang bertugas di Kota Bogor. Kegiatan ini digelar dalam rangka program Jumat Sehat di Markas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, pada Jumat (10/7/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Bogor terhadap kesehatan para jurnalis yang memiliki mobilitas tinggi dan jam kerja yang padat.
Menurut Erna, kondisi kesehatan insan pers perlu terus dijaga agar tetap prima dalam menjalankan tugas peliputan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Mobilitas dan ritme kerja rekan-rekan wartawan sangat tinggi. Karena itu, kami ingin memastikan mereka tetap dalam kondisi sehat. Hari ini kami memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis, dan ke depan kegiatan ini direncanakan berlangsung secara berkala setiap enam bulan sekali,” kata Erna.
Baca Juga : Klarifikasi Jampidsus Terkait Penggeledahan dan Isu Blackout Sumatra
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui berbagai program inovatif dan adaptif. Langkah ini diambil salah satunya untuk mengurai kepadatan pasien di rumah sakit akibat kasus kegawatdaruratan palsu (false emergency).
Erna menjelaskan bahwa pihaknya kini mengoperasikan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di 6 Puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. Langkah ini diambil guna mendekatkan pelayanan sekaligus menjadi penyaring sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.
“Kami buka layanan 24 jam di 6 Puskesmas masing-masing kecamatan satu yaitu Puskesmas Bogor Tengah, Bogor Timur, Tanah Sareal, Pasir Mulya, Cipaku, dan Bogor Utara. Tujuannya untuk mengurangi false emergency di rumah sakit dan mempermudah akses warga,” ujarnya.
Layanan UGD 24 jam ini ditunjang dengan fasilitas standar kegawatdaruratan serta ambulans yang bersiaga penuh. Sementara itu, untuk layanan persalinan 24 jam, Dinkes telah menyediakannya di 21 Puskesmas di Kota Bogor.
Baca Juga : Misi Balas Dendam Singa Atlas di Perempat Final Piala Dunia 2026
Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini di luar jam kerja reguler. Jika memang diperlukan penanganan lebih lanjut, pihak Puskesmas akan mengondisikan rujukan ke rumah sakit yang sudah siap agar pasien tidak telantar atau ditolak.
Selain layanan stasioner di Puskesmas, Dinkes Kota Bogor juga sukses menggulirkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Smart. Program jemput bola yang menyasar hingga 1,1 juta penduduk ini mencatatkan prestasi membanggakan dengan raihan kepesertaan tertinggi di Jawa Barat.
Pada tahun lalu, realisasi CKG mencapai 49 persen atau sekitar 530 ribu penduduk dari target awal 36 persen. Tren positif ini berlanjut pada tahun 2026, di mana progres kuartal ini sudah menyentuh angka 39 persen dari target 46 persen, mempertahankan posisi Kota Bogor di peringkat teratas se-Jawa Barat.
Dari hasil pemeriksaan massal tersebut, Dinkes mencatat mayoritas temuan penyakit tidak menular didominasi oleh hipertensi, diabetes, obesitas, serta dipicu oleh kebiasaan merokok.
Baca Juga : Rumah Mewah di Sentul Bogor Disegel, Diduga Milik Febrie Adriansyah
“Faktor risiko terbesar yang kami temukan adalah kurangnya aktivitas fisik yang mencapai 90 persen, serta kurangnya konsumsi buah dan sayur,” tambahnya.
Program CKG Smart ini dirancang sangat adaptif. Tim medis bergerak aktif mendatangi masyarakat berbasis wilayah, instansi tempat kerja, tempat umum, hingga komunitas warga seperti komunitas lari dan sepeda. Kelompok masyarakat pun dipersilakan jika ingin mengajukan permohonan layanan ini.
Di sisi lain, menyikapi musim kemarau dan cuaca panas ekstrem yang tengah melanda, Kepala Dinkes mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman dehidrasi dan heat stroke (serangan panas). Warga diminta tetap menjaga kecukupan cairan dengan minum minimal 8 gelas sehari di tengah kesibukan aktivitas.
Terkait debu dari proyek pembangunan infrastruktur yang sedang marak di Kota Bogor, ia menyampaikan bahwa penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memang konsisten masuk dalam rentetan 10 besar penyakit terbanyak dari tahun ke tahun. Warga dipersilakan menggunakan masker demi kenyamanan saat melintas di area berdebu. Namun secara medis, ia menekankan agar penggunaan masker lebih diutamakan bagi warga yang sedang sakit guna menekan potensi penularan.
Selain itu, apresiasi khusus turut diberikan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor atas inisiatif penyediaan layanan ambulans gratis bagi warga. Guna mendukung aksi kemanusiaan tersebut, Dinkes Kota Bogor secara simbolis menyerahkan bantuan berupa tabung oksigen untuk menunjang operasional ambulans PWI. (Maya Melina)








