HJB 544, Bank BJB Dukung Aktivasi Musem Pajajaran

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, Bank BJB ikut mendukung Aktivasi Museum Pajajaran Kota Bogor pada HJB ke 544

Rekam24.com, Bogor – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, Bank BJB ikut mendukung Aktivasi Museum Pajajaran Kota Bogor pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke 544 dalam pelestarian budaya serta mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Kota Bogor.

Dukungan itu diberikan dalam bentuk penyerahan lukisan Prabu Siliwangi untuk melengkapi koleksi Museum Pajajaran di Jalan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.

Penyerahan lukisan dilakukan dalam soft launching Museum Pajajaran Kota Bogor yang diserahkan oleh Deputy CEO Regional 2 Bank BJB Anggara Aditya Sidhitama didampingi oleh Kepala Cabang Bank BJB Bogor Anet Yulisthian kepada Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim didampingi oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Baca Juga : Kemensos Jaring 400 Anak Jalanan, Diajak Masuk ‘Sekolah Rakyat’

Tak hanya itu BJB juga menyerahkan dana CSR sebesar Rp.153 juta untuk pembangunan dan pengembangan Museum Pajajaran yang diserahkan oleh Kepala Cabang Bank BJB Bogor Anet Yulisthian kepada Kadisparbud Kota Bogor Firdaus.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Bank BJB yang selalu mendukung program pembangunan di Kota Bogor yang tujuan utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Terima Kasih atas pemberian lukisan yang akan menambah banyak koleksi serta juga untuk pengembangan museum. Bjb ini mitra strategis Kota Bogor yang selalu membersamai untuk kepentingan warga,” ujar Dedie Rachim.

Ia pun berharap BJB bisa terus membersamai menjadi mitra strategis Kota Bogor dalam berbagai program untuk memajukan Kota Bogor.

Baca Juga : Pasar Saham Diguncang Capital Outflow, IHSG Jeblok Nyaris 5 Persen

Dalam proses aktivasi ini, Museum Pajajaran memiliki sejumlah koleksi yang berasal dari sumbangan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Sebanyak 33 benda koleksi milik Fadli Zon diberikan untuk Museum Pajajaran. Selain itu, terdapat 37 benda pusaka lainnya yang diberikan oleh berbagai pihak, serta storyline kesejarahan hasil kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.

“Total sekitar 80an koleksi, ditambah materi display perjalanan sejarah dan storyline yang dikerjasamakan dengan Universitas Padjadjaran. Ada pusaka, alat musik, juga buku History of Pasundan, buku langka dari Pak Fadli Zon yang terbit pada tahun 1811,” ujarnya.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, mengatakan bahwa setelah proses aktivasi ini, koleksi Museum Pajajaran akan terus ditambah. Sambil proses tersebut berjalan, museum akan dibuka untuk umum satu kali dalam sepekan.

Hal ini dilakukan sembari melanjutkan penambahan koleksi, melihat animo masyarakat, serta melengkapi berbagai kebutuhan museum.

“Jadi setelah aktivasi ini, sambil melihat animo masyarakat, kami juga terus melakukan tata kelola museum untuk memperbanyak koleksi serta menjaga dan meningkatkan keamanan sebagai bagian dari upaya pelestarian. Sehingga museum ini akan semakin kaya akan nilai sejarah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *