Kemensos Jaring 400 Anak Jalanan, Diajak Masuk ‘Sekolah Rakyat’

Kementerian Sosial (Kemensos) menjaring lebih dari 400 anak usia sekolah yang kedapatan berkeliaran di jalanan saat jam belajar berlangsung

Rekam24.com, Bogor – Kementerian Sosial (Kemensos) menjaring lebih dari 400 anak usia sekolah yang kedapatan berkeliaran di jalanan saat jam belajar berlangsung. Anak-anak tersebut kini dirangkul untuk mengikuti program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pemerintah guna memberikan akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa penjangkauan ini dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta pendataan langsung di lapangan. Tim Kemensos menemukan anak-anak tersebut di berbagai titik, mulai dari perempatan jalan, pasar, hingga ruang publik lainnya.

“Ada 400 lebih anak yang kami temukan di jalan. Kami kemudian mendatangi rumah mereka, berdialog dengan keluarganya, dan sebagian besar bersedia mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah Yusuf.

Baca Juga : Viral Video Penganiayaan Brutal: Pelajar SMA di Bogor Dikeroyok, Diinjak, hingga Dipaksa Push-Up

Ia menambahkan, anak-anak yang dijangkau memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang sudah putus sekolah, belum pernah mengecap bangku pendidikan, hingga yang berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Sebagai informasi, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu agenda strategis Presiden Prabowo Subianto yang mandatnya diberikan kepada Kemensos. Menjelang satu tahun pelaksanaannya, pemerintah mengeklaim program ini telah membawa dampak positif bagi para siswa, baik dari segi akademik, pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga kondisi fisik.

Pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, Kemensos menargetkan bisa menampung sekitar 32 ribu siswa. Jika diakumulasikan dengan 15 ribu siswa dari tahun sebelumnya, total peserta didik Sekolah Rakyat diperkirakan bakal menembus angka 47 ribu anak.

Baca Juga : HJB ke-544: Kado Spesial, Museum Pajajaran Resmi Dibuka

Hingga saat ini, kolaborasi bersama pemerintah daerah telah berhasil menjaring lebih dari 42 ribu calon siswa. Menariknya, pendaftar untuk jenjang SMP dan SMA justru telah melampaui kuota yang tersedia, sementara jenjang SD masih kekurangan sekitar 3.000 siswa.

Dari sisi infrastruktur, Kemensos bersama Kementerian Pekerjaan Umum tengah mengebut pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Saat ini, proyek fisik sudah berjalan di 93 titik, 7 titik masuk proses lelang, dan 4 titik dalam tahap persiapan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 104 titik gedung bisa rampung tahun ini. Target jangka panjangnya, pada tahun 2027 mendatang, sudah ada 200 gedung permanen Sekolah Rakyat yang beroperasi penuh.

Kendati demikian, Saifullah Yusuf mengakui proyek besar ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait pemenuhan fasilitas pendukung dan tenaga pengajar.

“Kami masih kekurangan guru, wali asrama, dan fasilitas asrama. Ini menjadi tantangan serius yang terus kami upayakan solusinya,” akunya.

Ia menegaskan, seluruh guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat disaring melalui seleksi ketat bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Para pengajar yang lolos pun wajib mengantongi sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Melalui program Sekolah Rakyat ini, pemerintah berharap dapat memutus mata rantai kemiskinan sekaligus mengembalikan hak anak-anak jalanan untuk mendapatkan masa depan yang layak lewat pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *