Guru BK SMAN 4 Cibinong Diduga Cabuli Siswi, KCD Jabar Tunggu Hasil Pemeriksaan dan Proses Polisi

Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong masih terus bergulir.

Rekam24.com, Bogor – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong masih terus bergulir. Setelah dinonaktifkan dari aktivitas mengajar, penanganan terhadap guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) itu kini berada di bawah kewenangan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat.

Hubungan Masyarakat (Humas) KCD Pendidikan Wilayah I Jabar, Yanuar Putra, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Kepegawaian serta proses yang tengah berjalan di kepolisian.

“Nanti nunggu keputusan dari hasil pemeriksaan badan kepegawaian dan dari Polres Bogor,” ujar Yanuar saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Baca Juga : Keluarga Suami Adalah Hama: Debut Drama Anggy Umbara Soal Sisi Kelam Tinggal Serumah dengan Mertua

Sebelumnya, pihak sekolah telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan guru BK tersebut sejak Kamis pekan lalu, usai dugaan kasus itu mencuat dan viral di media sosial.

Humas SMAN 4 Cibinong, Saeful, menjelaskan pihak sekolah langsung melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan setelah menerima laporan dari wali kelas terkait dugaan kejadian yang terjadi pada Rabu.

“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dan tidak lagi mengajar. Saat ini sedang diproses oleh KCD,” katanya.

Menurutnya, sekolah juga langsung melarang guru tersebut beraktivitas di lingkungan sekolah sambil menunggu proses lebih lanjut dari instansi terkait.

Baca Juga : Mobil Hancur Tabrak Truk, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy Selamat dari Kecelakaan Maut

Sementara itu, siswi yang diduga menjadi korban disebut telah mendapat pendampingan dari pihak sekolah. Korban yang merupakan siswa kelas XI itu kini sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak Jumat lalu.

“Korban sudah kami dampingi dan saat ini sudah aktif belajar kembali di sekolah,” jelas Saeful.

Pihak sekolah juga telah mempertemukan terduga pelaku dengan orang tua korban dalam pertemuan yang dihadiri pihak KCD serta unsur Babinsa. Hingga kini, proses penanganan terhadap guru BK tersebut masih berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *