Tolak Promosi Film ‘Dosa Penebusan’, Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures

Rumah produksi HAS Pictures resmi melayangkan somasi kepada aktris Ratu Sofya karena menolak promosi film dosa penebusan

Rekam24.com, Jakarta – Rumah produksi HAS Pictures resmi melayangkan somasi kepada aktris Ratu Sofya.

Langkah hukum ini diambil setelah sang aktris menolak ikut serta dalam rangkaian promosi film terbaru yang dibintanginya, Dosa Penebusan (atau Pengampunan).

Pihak rumah produksi menilai tindakan Ratu tidak profesional dan berpotensi merugikan performa film tersebut.

Baca Juga : Persib Menuju Juara, Dandim 0606 Kota Bogor Ajak Warga Rayakan dengan Tertib

Mewakili HAS Pictures, Reza Aditya menjelaskan bahwa Ratu Sofya enggan terlibat promosi karena merasa tidak nyaman dengan adanya adegan dewasa dalam film tersebut.

“Saudari RS ini enggan ikut promo karena bilang dia kurang nyaman dengan film ini,” ujar Reza saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Reza menyayangkan sikap Ratu yang justru mengumbar masalah adegan dewasa tersebut ke media sosial hingga memicu polemik.

Baca Juga : Harkitnas ke-118, DPRD Kota Bekasi Ajak Warga Bangkit dan Bersinergi

“RS ini melempar isu kalau ada sex scene di film kita. Memang benar ada, tapi kami tidak mengeksploitasi itu. Bukan cuma sekadar adegan seks yang mau kami tampilkan, ini ada filosofinya, ada ceritanya,” papar Reza.

Pihak HAS Pictures juga membantah keras klaim Ratu Sofya yang mengaku merasa tidak nyaman selama syuting, termasuk tudingan bahwa tim produksi tidak menyediakan pemeran pengganti (body double). Menurut Reza, Ratu justru terlihat menikmati proses syuting.

“Dia menyebut tidak nyaman dan tidak disediakan body double. Jelas itu bertentangan banget dengan fakta yang ada di lokasi,” tegas aktor yang kini merambah jadi produser tersebut.

Baca Juga : Korsleting Aki Picu Kebakaran Angkot di Jalan Jenderal Sudirman Bogor, Kerugian Rp45 Juta

Rekan Reza, Putri, menambahkan bahwa tim produksi sebenarnya sudah memfasilitasi body double, namun fasilitas tersebut justru ditolak oleh Ratu Sofya sendiri.

“Dia enggak pernah mau pakai karena dia bilang, ‘Aku bisa kalau cuma kayak gitu aja,’ gitu sih,” terang Putri.

Reza menegaskan bahwa sejak proses casting, reading, hingga syuting selesai, suasana di lokasi berjalan sangat nyaman dan kondusif. Ia mengaku heran mengapa sikap Ratu di publik berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di lokasi syuting.

Demi menjaga profesionalisme, HAS Pictures akhirnya memilih jalur hukum dengan melayangkan somasi melalui kuasa hukum mereka.

“Artinya kami menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika,” tegas Takwa, pengacara HAS Pictures.

Baca Juga : Sidak Lapak Kurban di Bubulak, Sekda Bogor: Semua Sehat dan Layak

Jika somasi ini tetap diabaikan, HAS Pictures menyatakan tidak akan segan-segan membawa perkara ini ke ranah hukum yang lebih serius demi menjaga profesionalitas industri perfilman.

Sebelum konflik ini memuncak, Ratu Sofya sempat menggegerkan publik lewat sebuah video yang beredar pada Januari 2026. Sambil menahan tangis, ia curhat mengenai keterpaksaannya mengambil peran dewasa demi menghidupi keluarga.

“Gue harus main film yang ada adegan enggak pantesnya demi keluarga gue bisa dapet duit ratusan juta,” ujarnya dengan suara bergetar.

Mirisnya, Ratu mengaku tidak pernah menikmati hasil keringatnya tersebut karena seluruh honor dikuasai oleh orang tuanya.

“Selama ini gue syuting, duit enggak ada di gue. Yang tanda tangan kontrak orang tua gue,” pungkas Ratu Sofya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *