Rekam24.com, Bogor – Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun ditemukan tergeletak kritis di bawah jembatan Kampung Karamat, RW 01, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Korban diduga kuat melompat dari atas jembatan tersebut sebelum akhirnya ditemukan warga dalam kondisi masih bernapas.
Aksi dugaan bunuh diri ini sempat luput dari perhatian warga sekitar lantaran kondisi jembatan yang sedang sepi. Kasus ini baru menggegerkan warga setelah tubuh korban ditemukan terkapar di dasar jembatan.
Jaya, seorang warga Kampung Karamat RW 01, menceritakan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian setelah dipanggil oleh warga lain yang panik dan berniat meminjam tandu darurat untuk mengevakuasi korban.
“Kalau kejadiannya atau kronologis (pasti) saya tidak tahu. Saya lagi di rumah, dipanggil sama rekan-rekan di sini. ‘Pak Jaya ada yang jatuh di jembatan’, ya otomatis saya datang ke sini. Niatnya mereka pinjam tandu sama saya,” ujar Jaya saat memberikan keterangan di lokasi.
Baca Juga : Panen Udang di Kebumen, Prabowo Tekankan Efisiensi Anggaran Negara
Melihat kondisi korban yang mengalami luka berat akibat benturan setelah diduga melompat, Jaya menilai proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan oleh warga awam agar tidak memperparah cedera korban. Ia pun langsung menghubungi pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.
“Ternyata pas saya datang ke lokasi, korban tidak memungkinkan untuk dievakuasi oleh orang-orang yang tidak ahli. Saya langsung telepon ke relawan-relawan PMI. Sekitar 10 menit langsung datang orang-orang PMI. Saya juga enggak berani langsung evakuasi, itu orang-orang PMI yang berhak,” lanjutnya.
Hingga saat ini, identitas pemuda yang diduga melakukan aksi nekat tersebut belum diketahui pasti. Korban dipastikan bukan merupakan warga asli Kampung Karamat. Warga hanya menemukan sebuah telepon genggam (HP) dengan kartu provider Indosat di dekat tubuh korban, tanpa adanya kartu identitas pengenal.
Baca Juga : Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Jalan Sholeh Iskandar Ditangkap di Tol Paseh
Mengenai pemicu atau alasan korban diduga melompat, warga setempat tidak ada yang tahu pasti. Satu-satunya saksi yang sempat melihat peristiwa tersebut diduga adalah seorang anak kecil yang kini dalam kondisi trauma.
“Kalau ketemunya sudah tergeletak begitu, napas masih ada. Kalau (pasti) lompatnya, saya enggak tahu. Enggak ada yang lihat (orang dewasa), cuman anak kecil. Tapi anak kecil kan kalau kita tanya juga susah, dia malah takut. Yang jelas kronologisnya tidak ada yang tahu,” pungkas Jaya.
Saat ini korban sudah dilarikan ke ruang IGD rumah sakit oleh petugas PMI untuk mendapatkan penanganan medis intensif, sementara pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik dugaan aksi melompat tersebut.








