Rekam24.com, BOGOR – Anggi, wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Yasmin, Kota Bogor, dikenal sebagai sosok pekerja keras. Korban merupakan tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai staf di Bintang Timur Law Office.
Hal tersebut diungkapkan oleh Samsudin, paman sekaligus ayah angkat yang merawat Anggi sejak kecil. Samsudin menceritakan, ia membawa Anggi dari Makassar ke Bogor saat korban masih berusia 4 tahun, tak lama setelah kedua orang tua kandungnya meninggal dunia.
“Saya pengganti orang tuanya. Almarhumah keponakan saya, anak dari kakak saya. Saya sekolahkan dari SD, kuliah sampai sarjana, hingga akhirnya bekerja di Bintang Timur Law Office,” ujar Samsudin saat ditemui di kediamannya, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga : Keluarga Korban Pembunuhan di Sholeh Iskandar Bogor Minta Pelaku Dihukum Mati
Di mata keluarga, Anggi adalah sosok yang sangat mandiri. Ia rela menempuh pendidikan tinggi sambil bekerja demi membantu membiayai masa depan adik-adiknya.
Samsudin membeberkan komunikasi terakhir pihak keluarga dengan korban. Pada Jumat (22/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, Anggi baru saja pulang kerja. Setelah berganti pakaian, ia berpamitan untuk keluar minum kopi bersama rekan-rekannya.
“Setelah itu motornya disimpan, dia pergi membawa mobil. Pesan dari keluarga saat itu, jangan pulang terlalu malam,” kenang Samsudin.
Baca Juga : Bukan Asmara, Orang Tua Angkat AAA Menduga Pembunuhan Dipicu Motif Ekonomi
Namun hingga larut malam, Anggi tak kunjung kembali ke rumah. Kecemasan keluarga terjawab pada Sabtu subuh saat kabar duka itu datang.
“Tiba-tiba saya dapat kabar dari adik saya sekitar pukul 04.30 WIB, posisi saya lagi di Jakarta, dikabarkan bahwa Anggi meninggal dunia. Kaget saya,” ungkapnya.
Mendengar kabar tersebut, Samsudin langsung bertolak ke RS Hermina Bogor. Saat melihat jasad keponakannya, ia mendapati sejumlah luka fisik yang cukup parah.
Baca Juga : Catut Nama Villa Fortuna Puncak, Agen Palsu Tipu Wisatawan via WhatsApp
“Saya lihat sekilas tangan kiri patah, bahu cedera, dan ada memar di bagian leher,” jelasnya.
Pihak keluarga langsung mendatangi Polresta Bogor Kota untuk membuat laporan. Untuk keperluan penyelidikan, jenazah Anggi kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta, guna menjalani autopsi.
Berdasarkan hasil autopsi medis, ditemukan indikasi kuat bahwa Anggi merupakan korban kekerasan hebat sebelum akhirnya dibuang oleh pelaku.
“Hasil autopsi menunjukkan ada pendarahan di kepala almarhumah karena benturan jatuh, tulang rusuk patah, dan pendarahan di perut. Dari luka-luka itu, almarhumah kemungkinan meninggal karena dibuang dari atas jalan tol,” tutur Samsudin dengan nada berat.
Setelah proses autopsi selesai, jasad Anggi dibawa kembali ke Bogor dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Sabtu sore di TPU Kemang. Kasus dugaan pembunuhan berdarah dingin ini kini tengah diselidiki secara intensif oleh aparat Polresta Bogor Kota. (Maya Melina)







