Rekam24.com, Bogor – Kasus kekerasan yang menimpa seorang pelajar di Kota Bogor akhirnya menemui titik terang. Pihak keluarga korban dan keluarga pelaku sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan melalui jalur damai. Jumat (5/6/2026)
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan diskusi mendalam antara kedua belah pihak dengan melibatkan pihak-pihak berwenang terkait.
Perwakilan dari pihak orang tua pelaku menyampaikan bahwa kesepakatan damai ini diambil dengan disertai tanggung jawab penuh dari mereka, termasuk pemberian kompensasi kepada korban.
Baca Juga : Kedok ‘Penataran’ Anggota Baru Geng Motor Jadi Motif Pelajar di Bogor Dikeroyok, Diinjak Hingga Push Up
“Kami memutuskan untuk damai dari kedua belah pihak, dengan tanggung jawab tentunya kompensasi terhadap korban. Harapannya ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini, dan pihak berwenang bisa melakukan pembinaan terhadap pelaku agar kekerasan tidak terulang, baik di sekolah maupun di luar sekolah.” ujar Perwakilan pihak pelaku.
Ia juga menambahkan bahwa detail kejadian awal sebenarnya dipicu dari aktivitas nongkrong biasa.
Sementara itu, Ibu Iis (45), selaku orang tua korban, mengaku sudah berlapang dada memaafkan para pelaku. Baginya, fokus utama saat ini adalah masa depan anak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Baca Juga : Polisi Usut Video Viral Pelajar Dikeroyok, Diinjak Hingga Disuruh Push Up di Baranangsiang Bogor
“Iya, sudah berdamai. Yang sudah-sudah biarlah berlalu. Yang penting ke depannya mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Itu saja sih buat saya. Saya sudah memaafkan semuanya.” ungkap Ibu Iis.
Meski mengaku sempat ada rasa khawatir, Ibu Iis memilih untuk mempercayai pihak sekolah yang kini tengah melakukan pemantauan dan bimbingan ketat terhadap para pelaku.
Terkait kondisi sang anak, Ibu Iis menjelaskan bahwa anaknya saat ini mengalami luka memar dan rasa nyeri di bagian punggung. Pihak keluarga berencana membawa korban ke dokter untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut setelah merundingkannya dengan keluarga besar.
Baca Juga : Polisi Usut Video Viral Pelajar Dikeroyok, Diinjak Hingga Disuruh Push Up di Baranangsiang Bogor
Akibat kejadian ini, korban diketahui belum bisa masuk sekolah seperti biasa, namun direncanakan akan segera kembali beraktivitas di sekolah dalam waktu dekat.
Ke depannya, Ibu Iis menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap anaknya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Iya pasti (dipantau ketat). Harus langsung pulang sekolah, tidak boleh nongkrong-nongkrong lagi. Itu saja, demi keselamatan dan kebaikan anak saya juga.” pungkasnya. (Maya Melina)









