Rekam24.com, Bogor – Seorang pria berinisial A (28), yang diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari keluarga kurang mampu, membacok seorang warga di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, pada Selasa (2/6/2026).
Korban yang saat itu sedang berbelanja di warung mengalami luka serius setelah diserang menggunakan golok. Pelaku diduga tiba-tiba mengamuk dan menyerang warga yang berada di sekitarnya.
Kapolsek Cariu, Kompol Agus Hidayat, mengatakan korban tidak sempat menyelamatkan diri karena posisinya sedang membelakangi pelaku saat kejadian berlangsung.
Baca Juga : Sepakat Berdamai, Kasus Kekerasan Pelajar Berakhir Damai dengan Komitmen Pembinaan
“Namanya orang gila ngamuk, ada orang di sekitarnya terus dibacok. Warga yang lain pada kabur, korban sedang belanja dan posisinya membelakangi pelaku,” ujar Agus.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup parah di bagian belakang tubuh, tepatnya di area dekat bokong. Korban kemudian menjalani operasi pada Rabu (3/6/2026) dan saat ini masih menjalani pemulihan di rumah sakit.
Polisi mengungkapkan pelaku mengambil golok yang digunakan untuk menyerang korban dari rumahnya sendiri sebelum mengamuk.
Baca Juga : Kedok ‘Penataran’ Anggota Baru Geng Motor Jadi Motif Pelajar di Bogor Dikeroyok, Diinjak Hingga Push Up
Selain menyoroti peristiwa pembacokan, kasus ini juga membuka fakta bahwa A sebelumnya pernah menjalani perawatan kejiwaan. Menurut Agus, pelaku berasal dari keluarga kurang mampu sehingga proses pengobatannya saat itu dibantu pemerintah melalui program Jamkesda dan pemerintah desa.
“Kebetulan pernah dibawa ke rumah sakit jiwa. Termasuk orang yang tidak mampu, waktu itu menggunakan Jamkesda dan dibantu pemerintah Desa Cariu untuk bisa dibawa berobat ke rumah sakit jiwa,” katanya.
Usai kejadian, polisi bersama Dinas Sosial mengamankan A dan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terkait pentingnya pendampingan dan keberlanjutan pengobatan bagi ODGJ, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, guna mencegah terjadinya tindak kekerasan yang membahayakan masyarakat sekitar.









