Rekam24.com, Bogor- Tebingan longsor di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, akhirmya sudah mulai diperbaiki. Kepastian tersebut didapat setelah dilakukannya serah terima lokasi pekerjaan menyusul ditandatanganinya Surat Perintah Kerja (SPK) fisik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan perbaikan infrastruktur yang terdampak longsor sejak 15 Januari 2026 lalu ini sempat memerlukan waktu penanganan karena berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemkot Bogor sebelumnya telah melayangkan usulan agar penanganan titik longsor tersebut menjadi prioritas.
“Alhamdulillah hari ini sudah ditandatangani SPK untuk pelaksanaan dan serah terima lokasi pekerjaan, artinya siap digarap. Memang segala sesuatu itu perlu proses dan harus sabar, karena anggarannya harus dimunculkan dan cukup besar, sekitar Rp5,4 miliar,” ujar Dedie. Rabu (17/6/2026).
Baca Juga :Â Tawuran Live Instagram Digagalkan Polisi, Tiga Remaja Diamankan di Parung
Proyek perbaikan ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kerja. Guna mengejar target tersebut, proses konstruksi akan dikebut siang dan malam. Mengingat Kebon Pedes merupakan jalur sibuk, Wali Kota mengimbau masyarakat untuk memaklumi potensi gangguan arus lalu lintas selama proyek berjalan.
“Waktunya siang malam, karena kalau dikerjakan malam saja tidak akan cukup 150 hari. Alternatif jalan sebetulnya banyak, memutar sedikitlah. Wayahna (mohon maklum), namanya juga ada pekerjaan konstruksi. Masyarakat mendukung, waktu terbatas, biaya mahal. Mau tidak mau nanti mungkin ada sistem buka-tutup saat alat berat masuk,” jelasnya.
Secara teknis, penanganan tebingan yang longsor ini akan menggunakan konstruksi Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan sistem kombinasi guna memastikan kekuatan struktur bangunan di dekat aliran sungai tersebut.
Baca Juga :Â Panggung Para Raja: Duel Mbappe, Haaland, dan Messi Warnai Matchday Piala Dunia 2026 Besok
“Tentu ada dinding penahan tanah (DPT). Kombinasinya di bawah tentu ada beton, ada bronjong, kemudian juga ada batu granular, dan tetap memperhatikan jalur air,” terangnya.
Di sisi lain, Dedie juga menyoroti perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah yang disinyalir menjadi salah satu pemicu terjadinya longsor di lokasi tersebut. Tumpukan sampah yang dibuang sembarangan dinilai menyumbat aliran air dan menambah beban tonase tanah.
“Pemicu longsor itu banyak, salah satunya kalau lokasi ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Tumpukan itu menghalangi dan menghambat jalur air. Akibatnya, beban kepada dinding menjadi besar dan akhirnya ambrol,” ungkapnya.
Ia meminta warga berkomitmen menjaga infrastruktur yang akan dibangun ini dengan cara menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan sepanjang jalur Pemuda hingga Kebon Pedes.
“Kebiasaan membuang sampah sembarangan ini harus segera dihilangkan. Sepanjang jalur Pemuda-Kebon Pedes ini kan sudah dibangun, jangan sampai nanti longsor lagi hanya gara-gara tumpukan sampah,” pungkasnya. (May)








