Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggencarkan gerakan gotong royong sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata. Namun, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan kegiatan tersebut tidak akan mampu menyelesaikan persoalan sampah apabila hanya mengandalkan pemerintah.
Menurut Rudy, Kabupaten Bogor memiliki 416 desa dan 19 kelurahan. Dengan jumlah wilayah tersebut, mustahil seluruh persoalan kebersihan dapat ditangani hanya melalui kegiatan kerja bakti yang dilakukan pemerintah secara bergilir.
“Kerja bakti atau gotong royong ini tidak bisa menuntaskan permasalahan kebersihan se-Kabupaten Bogor. Kalau satu desa sehari saja, dibutuhkan sekitar 435 hari untuk menjangkau seluruh desa dan kelurahan. Sementara dalam satu tahun waktunya tidak cukup,” ujar Rudy.
Baca Juga : Vlogger Viral Sebut Dimintai Uang Polisi, Begini Fakta Pemeriksaan di Jalur Puncak
Ia menegaskan, persoalan kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, lurah, kepala desa, RT, RW hingga warga, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini tidak perlu biaya besar, hanya perlu niat dan kebersamaan. Gotong royong adalah budaya bangsa kita. Kalau tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi akan ada perubahan. Kita semua pasti ingin Bogor menjadi bersih, indah, dan nyaman,” katanya.
Rudy menjelaskan, kegiatan gotong royong difokuskan di sejumlah titik strategis. Penataan tahap awal dimulai dari kawasan perbatasan Kota Bogor hingga Simpang Kandang Roda. Selanjutnya, pemerintah akan melanjutkan penataan di ruas perbatasan Kota Depok hingga Flyover Cibinong, kemudian dari kawasan McDonald’s Cibinong menuju perbatasan Kota Bogor. Setelah itu, program akan diperluas ke wilayah Cileungsi, Gunung Putri, dan Parung.
Baca Juga : Haaland Ngamuk, Norwegia Depak Brasil dari Piala Dunia 2026!
Ia menambahkan, penataan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh perangkat daerah. Meski sebagian ruas jalan berstatus jalan nasional, Pemerintah Kabupaten Bogor tetap turun tangan karena jalan tersebut digunakan masyarakat Kabupaten Bogor.
“Yang terpenting adalah gotong royong, kolaborasi, dan kebersamaan. Dishub memperbaiki rambu dan PJU, Perkim menata taman, SKPD terkait melakukan pembersihan. Kita tidak boleh saling lempar kewenangan,” ucapnya.
Rudy memastikan gerakan gotong royong tidak hanya menjadi program sesaat, melainkan akan terus dilaksanakan selama masa kepemimpinannya.
Baca Juga : Piala Dunia 2026: Prancis Melaju Tipis, Maroko Mengamuk Hancurkan Kanada di 16 Besar!
“Gotong royong ini tidak boleh berhenti. Selama saya menjabat sampai akhir, gerakan ini harus terus berjalan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyinggung penataan pedagang kaki lima yang menempati lahan negara. Ia menegaskan pemerintah tidak akan serta-merta melakukan penggusuran tanpa solusi.
Menurutnya, penataan akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan musyawarah serta menyiapkan lokasi relokasi bagi para pedagang sebelum dilakukan penertiban.
“Kita tidak bisa hanya menggusur lalu membiarkan masyarakat mencari tempat sendiri. Ini menyangkut mata pencaharian mereka. Penataan harus disertai solusi,” katanya.
Meski demikian, Rudy menekankan satu hal yang tidak bisa ditawar adalah kebersihan lingkungan. Ia meminta setiap pedagang maupun pemilik usaha bertanggung jawab menjaga kebersihan area di sekitar tempat usahanya.
“Kalau membuka bengkel, halaman bengkelnya jangan ada sampah. Kalau membuka toko, halaman tokonya juga harus bersih. Kebersihan itu wajib dijaga bersama. Kalau tempatnya kumuh dan tidak mau menjaga kebersihan, tentu akan kami tindak,” pungkasnya.








