Ayam Kalasan Khas Jogja di Cibinong Bertahan Sejak 2007, Surono Jaga Resep Asli

Rekam24.com, Bogor –  – Di tengah menjamurnya bisnis kuliner, tidak semua usaha mampu bertahan dalam jangka panjang. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Surono (49), pemilik Ayam Kalasan khas Jogja yang tetap eksis melayani pelanggan sejak tahun 2007 berkat cita rasa tradisional yang konsisten.

Kini, Surono berjualan di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Lokasi tersebut telah ditempatinya selama sekitar tujuh tahun setelah sebelumnya berjualan di kawasan Lamer PDAM yang menurutnya memiliki jumlah pengunjung lebih ramai.

“Namanya jualan kadang-kadang ramai, kadang-kadang sepi. Dulu memang lebih ramai waktu masih di Lamer PDAM,” ujar Surono kepada Rekam24.com.

Baca Juga : IDC: 80% CIO Asia Pasifik Bakal Beralih ke Edge Computing demi GenAI pada 2027

Menurut Surono, yang membedakan Ayam Kalasan buatannya dengan ayam goreng pada umumnya adalah proses memasak dan racikan bumbu khas yang berasal dari daerah Kalasan, Yogyakarta.

Di daerah asalnya, Ayam Kalasan umumnya menggunakan ayam kampung. Namun, untuk menyesuaikan selera masyarakat Bogor, ia memilih menggunakan ayam negeri tanpa menghilangkan cita rasa khasnya.

“Bedanya ada di cara masaknya dan bumbu khusus. Ini memang resep khas Jogja. Kalau di Jogja biasanya pakai ayam kampung, sedangkan di sini saya pakai ayam negeri,” katanya.

Baca Juga :Pojok Puisi- Jendela Fiksi Gen Z dan Alpa Bertemu, Dengan Segala Imaji, Asa, Impian Dan Cinta

Komitmen mempertahankan resep tradisional itulah yang membuat banyak pelanggan tetap datang meski persaingan usaha kuliner semakin ketat.

Selain mempertahankan kualitas rasa, Surono juga menawarkan harga yang masih terjangkau.

Berikut daftar harga menu Ayam Kalasan miliknya:

Ayam Kalasan utuh: Rp67.000

Paket ayam + nasi putih + lalapan: Rp27.000

Paket ayam + nasi bakar: Rp28.000

Nasi putih: Rp7.000

Nasi bakar: Rp8.000

Dalam sehari, Surono mengaku mampu menjual sekitar 20 hingga 25 ekor ayam utuh. Sementara untuk ayam potong, penjualannya mencapai sekitar 20 kilogram per hari, tergantung jumlah pelanggan.

Lapak Ayam Kalasan milik Surono mulai beroperasi setiap hari pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Jam lima sore sampai jam sepuluh malam. Habis atau enggak habis tetap pulang,” ucapnya sambil tersenyum.

Hampir dua dekade menjalankan usaha menjadi bukti bahwa kuliner tradisional dengan cita rasa autentik masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan menjaga kualitas bumbu dan pelayanan kepada pelanggan, Surono berharap Ayam Kalasan khas Jogja buatannya tetap menjadi pilihan pecinta kuliner di Kabupaten Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *