Omzet Finch Coffee & Resto Sentul Turun hingga 50 Persen, Ini Penyebabnya

Finch Coffee & Resto di kawasan Taman Budaya Sentul mengaku omzet turun hingga 50 persen sepanjang 2026 akibat menurunnya jumlah wisatawan

Rekam24.com, Bogor – Penurunan jumlah wisatawan di kawasan Taman Budaya Sentul mulai dirasakan pelaku usaha kuliner. Salah satunya Finch Coffee & Resto yang mengaku mengalami penurunan omzet hingga 50 persen sepanjang semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, fluktuasi ekonomi, hingga semakin banyaknya pilihan destinasi wisata baru yang membuat arus pengunjung ke kawasan Sentul berkurang.

Septian Ramadhan (25), karyawan senior Finch Coffee & Resto yang telah bekerja selama enam tahun, menjadi saksi bagaimana perubahan kondisi industri kuliner di kawasan tersebut. Ia mengaku penurunan penjualan mulai terasa sejak awal 2026.

Baca Juga : Mensos Ajak Karang Taruna Perkuat Data dan Distribusi Bansos di Daerah

“Awal tahun sampai sekarang jika dibandingkan dengan tahun 2025 lalu, penjualannya turun sangat jauh. Grafiknya bisa dibilang merosot hingga setengahnya,” ujar Septian kepada Rekam24.com, Minggu (2/8/2026).

Menurut Septian, penurunan omzet tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi nasional, tetapi juga perubahan pola wisata masyarakat.

Ia menyebut meningkatnya nilai tukar dolar berdampak terhadap daya beli masyarakat. Di sisi lain, hadirnya berbagai destinasi wisata baru di luar kawasan Karang Tengah membuat konsentrasi wisatawan yang sebelumnya banyak mengunjungi kawasan Gunung Pancar kini mulai tersebar ke berbagai lokasi.

Baca Juga : Dua Remaja Hendak Tawuran di Desa Iwul Bogor Diamankan Polsek Parung

Selain itu, minimnya hari libur nasional dalam beberapa bulan terakhir juga ikut memengaruhi jumlah pengunjung yang datang ke kawasan wisata Sentul.

Bagi Septian, Finch Coffee & Resto bukan sekadar tempat bekerja. Selama enam tahun terakhir, ia tumbuh bersama kafe tersebut hingga menguasai hampir seluruh operasional.

Di tengah kondisi usaha yang belum sepenuhnya pulih, ia berharap jumlah wisatawan kembali meningkat agar aktivitas bisnis kembali normal.

Baca Juga : Tes Fisik Tahap II Jadi Tolok Ukur Kesiapan 525 Atlet Kota Bogor Menuju Porprov Jabar

“Harapannya ke depan pengunjung bisa ramai lagi seperti dulu. Jangan sampai kafe ini mengalami penurunan terus hingga harus tutup. Kalau itu terjadi tentu kami juga akan bingung mencari pekerjaan baru,” katanya.

Meski menghadapi penurunan jumlah pelanggan, Finch Coffee & Resto tetap mempertahankan kualitas menu sebagai daya tarik utama.

Untuk kategori minuman, Finch Latte menjadi salah satu menu favorit. Minuman ini merupakan perpaduan latte dengan dark chocolate dan hazelnut yang menghasilkan cita rasa menyerupai mocha dengan tekstur lebih kaya.

Selain itu, Caramelized Cold Brew juga masih menjadi pilihan pelanggan yang menyukai kopi dingin dengan sentuhan rasa karamel.

Sementara untuk makanan berat, Japanese Beef Steak menjadi menu yang paling banyak dipesan. Menu tersebut disajikan bersama nasi hangat dan scrambled egg, dengan daging sapi yang ditumis menggunakan saus teriyaki.

Pilihan lain yang juga cukup diminati adalah Japanese Curry Chicken Katsu yang memadukan ayam krispi dengan kuah kari, kentang, dan wortel.

Sebaliknya, menu Affogato kini menjadi salah satu menu yang paling jarang dipesan pelanggan.

Finch Coffee & Resto melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 09.00–22.00 WIB pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, kafe ini buka lebih awal, yakni mulai pukul 08.00–22.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *