Rekam24.com, Bogor – Sebanyak 25 orang yang terdiri dari guru dan siswa SDN Ciherang 01, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Seluruh korban mengalami keluhan seperti mual, muntah, diare, sakit perut hingga sakit kepala, dan saat ini menjalani penanganan medis di Puskesmas Dramaga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan yang dikonsumsi para korban berasal dari Dapur SPPG Ciherang 2 Yayasan Hidayah As-Salam yang berlokasi di Jalan Raya Dramaga KM 6-7, RT 01 RW 03, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Namun demikian, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Menu MBG yang disajikan kepada para siswa dan guru pada hari itu terdiri atas nasi putih, telur balado, tempe goreng, tumis wortel, jagung, brokoli, serta buah anggur.
Baca Juga :Â Baru Dua Hari Menjabat, Kepala BGN Sidak Dapur MBG di Bogor, Tegaskan Bisa Ditutup Jika Tak Penuhi Standar
Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah guru dan siswa mengeluhkan mual, muntah, diare, sakit perut hingga sakit kepala. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Dramaga.
Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu, mengatakan pihaknya langsung bergerak bersama unsur Muspika dan tenaga kesehatan setelah menerima laporan adanya dugaan keracunan.
“Begitu menerima informasi, kami bersama unsur Muspika dan Puskesmas langsung melakukan penanganan dengan mengutamakan keselamatan para korban serta memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Iptu AM Zalukhu.
Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 25 korban telah terdata. Namun jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan dan pemeriksaan kesehatan masih berlangsung.
Baca Juga :Â Namanya Dicatut dalam Pusaran Kasus MBG Sony Sonjaya, Wamendagri Bima Arya Buka Suara: Hanya Koordinasi Resmi!
“Korban yang terdata sampai saat ini sebanyak 25 orang terdiri dari guru dan siswa. Tidak tertutup kemungkinan jumlahnya bertambah karena pendataan dan pemeriksaan masih berlangsung,” katanya.
Selain fokus pada penanganan korban, kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyebab keracunan, termasuk menelusuri makanan yang dikonsumsi para korban,” ungkap Zalukhu.
Ia menegaskan, saat ini prioritas utama adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang optimal hingga kondisi kesehatannya pulih.
“Sampai saat ini Polsek Dramaga bekerja sama dengan unsur Muspika dan Puskesmas di wilayah Dramaga mengutamakan pengobatan dan pemulihan kesehatan para korban,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh korban masih dalam penanganan tim medis di Puskesmas Dramaga. Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak terkait.








