Rekam24.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) sekaligus mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya, akhirnya memberikan klarifikasi tegas setelah namanya ikut terseret dalam daftar puluhan tokoh yang dituding terlibat kasus dugaan korupsi megaproyek Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh tersangka Sony Sonjaya.
Nama Bima Arya sebelumnya mendadak viral usai tercantum pada nomor urut 12 dalam selembar tangkapan layar pesan singkat yang beredar di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Bima Arya meluruskan bahwa keterlibatan institusinya murni merupakan bagian dari tugas negara yang diatur dalam regulasi resmi, bukan karena adanya kepentingan personal.
“Dalam Kepres No. 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, diatur beberapa tugas dari Kemendagri. Salah satunya adalah fasilitasi penyelesaian kendala dan hambatan dalam penyelenggaraan MBG bersama pemerintah daerah dan BGN (Badan Gizi Nasional),” ujar Bima Arya saat ditemui oleh wartawan belum lama ini
Ia menjelaskan bahwa segala interaksi yang dilakukannya selama ini berada dalam koridor kedinasan untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan lancar di tingkat daerah.
“Saya berkoordinasi dengan pimpinan BGN dan kepala daerah untuk menyelesaikan persoalan lapangan. Termasuk masalah di titik terpencil yang juga jadi tugas Kemendagri. Ada juga laporan dari teman-teman Kadin yang ditindaklanjuti,” tambahnya.
Bima Arya secara tegas membantah tudingan miring yang dialamatkan kepadanya. Ia menekankan bahwa dirinya tidak mengambil keuntungan apa pun, bahkan tidak memiliki keterlibatan teknis seperti kepemilikan fasilitas penyediaan makanan dalam proyek tersebut.
“Tidak ada kepentingan pribadi, apalagi sampai memiliki dapur. Saya hanya bertemu dan berkoordinasi dengan pimpinan BGN di rapat koordinasi resmi dan tidak pernah bertemu selain rapat koordinasi resmi,” tegas mantan Wali Kota Bogor tersebut.
Mengenai keabsahan pesan berantai yang mencantumkan namanya bersama puluhan pejabat lainnya, Bima Arya mengaku heran dan mempertanyakan validitas data yang disebarkan. Namun, ia menyatakan siap mendukung penuh penegakan hukum agar polemik ini menemui titik terang.
“Tidak jelas juga dari mana sumber-sumber nama itu. Kita ikuti saja proses hukum dari persoalan itu agar semua jadi terang benderang. Tidak benar (tudingan terhadap) Bima Arya,” pungkasnya menutup klarifikasi.



![Siswa menerima MBG yang dibagikan guru di sekolah, Foto/[Instagram/@badangizinasional.ri] Siswa menerima MBG yang dibagikan guru di sekolah, Foto/[Instagram/@badangizinasional.ri]](https://rekam24.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-bgn-ig-081220251-300x178.webp)




