Rekam24.com, Bogor – Langkah antisipasi bencana tanah longsor menjadi prioritas utama dalam penataan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis. Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor memastikan tidak akan menanam pohon berukuran besar di sepanjang lereng kawasan tersebut demi menjaga kestabilan struktur tanah.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan bahwa kondisi geografis di lokasi pembangunan trase baru tersebut tergolong rawan. Kontur tanah tebingan yang labil serta adanya rembesan sumber mata air di bagian bawah menjadi alasan utama pemilihan vegetasi dilakukan secara ketat.

Pemerintah Kota Bogor sengaja menghindari penggunaan pohon berakar tunggang dalam atau berkanopi rindang seperti trembesi. Bobot pohon yang berat dikhawatirkan dapat membebani tebingan, sehingga meningkatkan risiko longsor saat terjadi hujan deras atau angin kencang.
Baca Juga : Menko PMK: Revitalisasi Sekolah Dilakukan Bertahap, Digitalisasi Tingkatkan Antusiasme Siswa
Sebagai gantinya, Disperumkim Kota Bogor mengalihkan konsep penghijauan dengan memanfaatkan tanaman yang lebih ringan namun efektif mengikat tanah permukaan.
“Kondisi tanah tebingan di sini cukup labil dan di bawahnya masih ada aliran mata air. Oleh karena itu, kita harus memilih jenis tanaman yang tepat agar tidak mengganggu kestabilan lereng,” ujar Chusnul.
Untuk mempercantik kawasan sekaligus menjaga keamanan lereng, Disperumkim Kota Bogor memfokuskan penataan pada vegetasi jenis perdu dan tanaman hias pangkas.
Baca Juga : Timnas Indonesia Sabet Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand Lewat Drama Penalti
Penanaman Percontohan: Sekitar 300 bibit tanaman jenis Calathea telah ditanam di area sebelah kanan tebing sebagai tahap awal.
Target Penghijauan: Penanaman akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai ribuan bibit menyesuaikan panjang trase jalan.
Vegetasi Pendukung: Pepohonan berukuran sedang yang aman bagi struktur lereng tetap akan disisipkan di titik-titik tertentu.
Selain fokus pada penataan vegetasi tebing, Disperumkim Kota Bogor juga menginfokan perkembangan jalur pejalan kaki (pedestrian) di lokasi tersebut. Jalur trotoar ini dirancang untuk memudahkan aksesivitas masyarakat menuju kawasan bagian atas.
Meskipun pengerjaan fisik secara keseluruhan masih dalam tahap penyelesaian akhir (finishing), warga yang berjalan kaki sudah diperbolehkan melintas. Namun, Chusnul menegaskan bahwa fasilitas ini murni untuk pejalan kaki dan melarang keras kendaraan roda dua melintas di atasnya.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi diimbau untuk tetap berhati-hati mengingat proses perapihan material proyek masih terus berlangsung.






