Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Bogor Siapkan Pasukan Gabungan hingga Lapis RT/RW

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Foto/Isitmewa
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Foto/Isitmewa

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem. Melalui apel siaga lintas sektor yang dihelat di Markas Komando BPBD Kota Bogor pada Jumat (6/11/2026) pagi, jajaran pimpinan daerah menegaskan pentingnya kolaborasi terpadu untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah yang diprediksi meningkat pada penghujung tahun ini.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memimpin langsung barisan kesiapan pasukan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, relawan, hingga perangkat daerah. Langkah antisipasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Jenal menekankan bahwa prinsip dasar penanggulangan bencana masa kini harus bergeser dari sekadar respons darurat menuju pencegahan proaktif. Menurutnya, kesiapan menghadapi potensi banjir, longsor, hingga angin kencang merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan penyamaan persepsi dari semua pihak.

Baca Juga : 7 Bulan Beraksi, Pria Penimbun Solar Bersubsidi di Sukaraja Bogor Diciduk Polisi

“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan saat darurat. Kita tidak boleh menunggu bencana datang baru bergerak. Karena itu, status siaga darurat bencana kita tetapkan bersama seluruh stakeholder,” tegas Jenal di hadapan para peserta apel.

Peta kerawanan wilayah di Kota Hujan ini didominasi oleh tiga ancaman utama: banjir limpasan, tanah longsor, dan pohon tumbang. Guna meredam risiko tersebut, Pemkot Bogor memperkuat lini pertahanan terbawah melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dan Kecamatan Tangguh Bencana.

Langkah taktis ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diintegrasikan langsung ke dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang daerah (RPJMD/RPJPD) agar kesinambungan mitigasi lingkungan tetap terjaga.

Meski pemerintah dan aparat keamanan telah menyiagakan personel, peralatan evakuasi, serta logistik secara optimal, faktor kesadaran individu tetap menjadi penentu utama keselamatan lingkungan. Jenal secara khusus mengajak seluruh warga Bogor untuk mulai mengubah kebiasaan sehari-hari, terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga :Judo Kota Bogor Pede Sabet 6 Emas Tambahan di Nomor Senior Porprov Jabar 2026

Kebiasaan membuang sampah sembarangan yang kerap menyumbat saluran air menjadi salah satu pemicu utama genangan di berbagai titik perkotaan. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, budaya peduli lingkungan diharapkan bisa tumbuh subur dari tingkat rukun tetangga (RT) hingga kelurahan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, memaparkan bahwa apel akbar ini berfungsi sebagai final check atau pemeriksaan akhir terhadap seluruh aspek kesiapan operasional di lapangan—mulai dari personel terlatih, kelayakan alat evakuasi, hingga ketersediaan logistik darurat untuk periode 2026–2027.

Sepanjang rentang waktu Januari hingga Oktober 2026, BPBD bersama elemen pentahelix telah menorehkan sejumlah pencapaian strategis dalam manajemen prabencana, di antaranya:

Baca Juga : Kalahkan Atlet Kota Bandung, Gilbert Eliezer Rebut Emas Renang 100m Gaya Punggung Porprov Jabar

Penyusunan Dokumen Resmi: Rampungnya Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) khusus untuk menghadapi bahaya banjir dan gempa bumi.

Inovasi Teknologi Peringatan Dini: Pemasangan dan aktivasi unit Early Warning System (EWS) tanah longsor di kawasan rawan Kelurahan Panaragan.

Penguatan Kapasitas Akar Rumput: Penyelenggaraan Jambore 27 Kelurahan Tangguh Bencana, pembentukan 12 Keltana baru, serta pengukuhan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Pelibatan Generasi Muda & Aksi Hijau: Inovasi pembentukan Pramuka Tangguh Bencana sebagai garda depan relawan muda, dibarengi aksi penghijauan lingkungan serentak dan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas sektor yang solid.

Melalui sinergi tanpa sekat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat, Kota Bogor optimistis mampu meminimalisir dampak buruk dari anomali cuaca ekstrem sekaligus menjaga keselamatan seluruh warganya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *