Christine, PRT asal Filipina, terima warisan fantastis Rp 40 miliar dari majikannya di Singapura

Rekam24, SINGAPURA – Seorang pekerja rumah tangga (PRT) asal Filipina yang hanya dikenal dengan nama samaran “Christine” menerima warisan fantastis senilai sekitar 6 juta dollar Singapura atau setara Rp 40 miliar pada Juli 2010.

Peninggalan tersebut berasal dari majikannya, Dr. Quek Kai Miew, seorang dokter sekaligus filantropis yang meninggal dunia pada 2009 dalam usia 66 tahun.

Bacaan Lainnya

Christine telah mengabdi kepada Dr. Quek selama lebih dari 20 tahun. Selain merawat sang dokter, ia juga pernah menjaga ibu Dr. Quek hingga meninggal dunia. Hubungan keduanya sangat dekat. Christine bahkan mengaku hampir selalu berada di samping majikannya ke mana pun sang dokter pergi.

Ketika Dr. Quek meninggal, Christine sangat terpukul. Ia sempat tinggal bersama keponakan majikannya karena tidak sanggup menjalani masa berduka sendirian.

“Sangat menyakitkan bagi saya karena saya menghabiskan lebih banyak tahun bersama Dr. Quek dibandingkan dengan ibu saya sendiri. Saya akan menangis setiap kali memikirkannya,” ujarnya.

Warisan yang diterima Christine bukan hanya uang tunai, tetapi juga sebuah apartemen mewah di kawasan dekat Orchard Road.

Sebenarnya, Christine sudah mengetahui akan mendapatkan warisan tersebut. Dr. Quek memberitahukannya saat surat wasiat dibuat pada 2008. “Tidak ada rahasia di antara kami.

Saya sama sekali tidak terkejut ketika dia memberi tahu berapa banyak yang akan saya dapatkan,” kata Christine.

Meski kini memiliki kekayaan besar, Christine mengaku gaya hidupnya tidak berubah.

Ia tetap hidup sederhana dan tidak ingin dianggap sebagai orang kaya. “Saya adalah pembantu rumah tangga paling beruntung di Singapura, dengan atau tanpa uang itu,” ucapnya.

Christine, yang saat itu berusia 47 tahun dan masih lajang, menolak mengungkapkan identitas aslinya karena khawatir akan keamanan dirinya dan keluarganya di Filipina.

Ia juga sedang mengajukan permohonan tinggal permanen (permanent residency) di Singapura.

Kisah ini pertama kali diberitakan The Straits Times pada 21 Juli 2010 dan kemudian diliput berbagai media internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *