Rekam24.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang ia sembelih pada Iduladha 1447 Hijriah dibeli menggunakan uang pribadi, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penegasan ini disampaikan Purbaya usai melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Salahuddin, kompleks Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026). Klarifikasi tersebut mencuat di tengah ramainya sorotan publik terkait penggunaan anggaran negara untuk pengadaan hewan kurban para pejabat.
“Dana pribadi lah. Yang di rumah juga pribadi. Kebetulan masih ada bonus dan tahun ini tidak jadi berangkat haji, jadi dipakai untuk kurban,” ujar Purbaya.
Baca Juga : Emas Antam Merosot 1,1%, Ini Tabel Harga Terbaru 28 Mei 2026
Pada momen Iduladha 2026 ini, Menkeu Purbaya diketahui berkurban sapi jenis Simmental Cross berusia sekitar tiga tahun dengan bobot mencapai 868 kilogram di kompleks DJP.
Tak hanya itu, ia juga menyiapkan sapi kurban lain di kediamannya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Menariknya, sapi di rumahnya tersebut memiliki ukuran yang jauh lebih besar.
“Yang di rumah lebih besar dari ini, sekitar satu ton lebih,” ungkapnya.
Baca Juga : Idul Adha, Dedie Rachim Ajak Warga Jaga Bogor Tetap Kondusif
Purbaya memastikan seluruh hewan kurban tersebut murni bersumber dari kantong pribadinya tanpa menyentuh APBN sedikit pun. Ia berharap ibadah kurbannya tahun ini dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi berkah di Hari Raya.
Di sisi lain, Purbaya juga sempat mengungkapkan rasa sedihnya karena belum bisa menunaikan ibadah haji tahun ini. Meski begitu, ia tetap optimis dan berharap mendapat kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci pada musim haji berikutnya.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa haji,” tuturnya.
Pernyataan tegas Menkeu Purbaya ini langsung memicu perbincangan hangat di media sosial, terutama di tengah sensitifnya isu penggunaan anggaran fasilitas negara oleh pejabat publik.









