Rekam24.com, Bogor – Sebagai salah satu tuan rumah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026, Kota Bogor langsung menunjukkan taringnya sejak hari pertama. Mengawali ajang multi-event paling bergengsi di Jabar ini, cabang olahraga (cabor) pencak silat resmi dipertandingkan dengan melibatkan kontingen dari 26 kabupaten dan kota.
Atmosfer pertandingan terasa begitu hidup di venue. Ratusan pendukung dan tim official tampak memadati area tribun untuk memberikan dukungan moral bagi para atlet yang bertanding.
Wakil Wali Kota Bogor yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Kontingen, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk menjaga nama baik daerah—baik dari sisi penyelenggaraan maupun capaian prestasi.
“Menjadi tuan rumah tentu membawa tantangan tersendiri. Kami memikul tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung—mulai dari arena laga, tim medis, armada ambulans, hingga kebutuhan teknis official—berjalan tanpa hambatan. Meski dinamika di lapangan selalu ada, Pemkot Bogor siap memberikan yang terbaik,” tutur Jenal di sela-sela peninjauan venue.
Baca Juga : Setneg Terima Surat Terbuka, Petisi Copot Hashim Djojohadikusumo Tembus Ribuan Orang
Pada Porprov edisi kali ini, Kontingen Kota Bogor menurunkan kekuatan penuh sebanyak 565 atlet pilihan. Mereka tersebar di berbagai venue pertandingan yang berlokasi di Kota Bogor, Majalengka, Bandung, Bekasi, hingga Depok.
Menurut Jenal, Porprov bukan sekadar ajang berburu gelar juara umum, melainkan batu loncatan strategis dalam membangun regenerasi atlet berkaliber dunia.
“Ini adalah bagian dari investasi jangka panjang pembinaan olahraga Kota Bogor. Kami ingin melahirkan atlet potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat regional, tetapi sanggup menembus panggung nasional seperti PON, bahkan ajang internasional sekelas SEA Games hingga Olimpiade,” terangnya.
Kota Bogor mematok target tinggi untuk membawa pulang medali emas sebanyak-banyaknya. Cabor bela diri—seperti pencak silat, kurash, dan judo—menjadi salah satu lumbung emas utama yang diandalkan.
Baca Juga : Keras, Ozzy Sudiro Tantang Sentul City Adu Data Lahan Palm Boko
Sinyal positif langsung ditunjukkan oleh pesilat Kota Bogor pada partai pembuka cabor pencak silat. Turun di nomor fighter, Azmi tampil dominan dan mengunci kemenangan meyakinkan atas rival beratnya dari kawasan Bandung.
“Alhamdulillah, hasil laga perdana sangat memuaskan. Azmi menang mutlak dengan skor 22 poin. Ini langkah awal yang manis sekaligus penyemangat bagi rekan-rekan atlet lainnya agar tetap fokus dan menjaga konsistensi performa,” tambah Jenal.
Performa impresif tersebut merupakan buah dari program latihan intensif selama satu tahun terakhir. Di bawah pengawasan ketat KONI, Dispora, dan Pemkot Bogor, para atlet telah menjalani masa pemusatan latihan (tc) yang padat hingga empat kali sehari, lengkap dengan uji tanding (trade-in dan trade-out).
Bahkan, sejumlah atlet Kota Bogor sudah membuktikan kapasitasnya di ajang internasional sebelum Porprov dimulai, salah satunya dengan merebut podium tertinggi pada kejuaraan balap sepeda di Singapura.
Untuk mendukung fokus para atlet yang masih berstatus pelajar, Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan guna memberikan kelonggaran jam belajar serta skema pembelajaran jarak jauh (daring). Selain itu, asupan nutrisi, ketersediaan suplemen/vitamin, dan jaminan layanan kesehatan atlet juga dijamin penuh sesuai kebutuhan tiap cabor.
Untuk membakar semangat juang para petarung di lapangan, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan apresiasi finansial yang terbilang fantastis melalui alokasi APBD.
“Dalam draf anggaran tahun depan, kami mengusulkan bonus tunai sebesar Rp100 juta bagi atlet peraih medali emas, begitu pula untuk sang pelatih. Besaran ini tetap kami pertahankan sebagaimana kebijakan pada Porprov XIV 2022 lalu,” ungkap Jenal.
Sementara itu, untuk peraih medali perak dan perunggu, formulasi nominal bonus saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif sebelum disahkan secara resmi dalam APBD.







