Rekam24.com, Jakarta – Tren kendaraan ramah lingkungan di tanah air tampaknya bukan lagi sekadar gaya hidup alternatif, melainkan sudah menjadi pilihan utama masyarakat. Menggeliatnya pasar kendaraan berbasis energi baru (New Energy Vehicle/NEV) dibuktikan lewat moncernya angka penjualan BYD Atto 1 yang sukses menduduki takhta mobil paling laris di Indonesia sepanjang Agustus 2026.
Berdasarkan laporan data industri, grafik tren kendaraan listrik periode Januari hingga Agustus 2026 terus menunjukkan kurva positif. Khusus pada Agustus saja, total transaksi NEV melonjak hingga 22 persen dibanding bulan sebelumnya.
Di tengah bergairahnya pasar tersebut, BYD Atto 1 mengukuhkan dominasinya lewat raihan pengiriman dari pabrik ke dealer (wholesales) sebanyak 5.560 unit—melesat 31 persen secara bulanan (month-on-month). Angka fantastis ini membawa Atto 1 bertengger di posisi puncak deretan mobil terlaris nasional.
Baca Juga : Ganjaran Prestasi Hunian, Disperumkim Kota Bogor Salurkan Bantuan 300 Bedah Rumah dari Pusat
Bahkan, jika dipersempit ke ceruk pasar Low & LCGC Hatchback, mobil listrik kompak ini berhasil mencaplok market share sebesar 44 persen.
Keberhasilan BYD Atto 1 menguasai panggung otomotif berjalan selaras dengan ekspansi pesat ekosistem Battery Electric Vehicle (BEV). Selama paruh pertama (semester I) 2026, total penjualan mobil listrik berbasis baterai secara nasional tercatat menembus lebih dari 84 ribu unit.
Realisasi angka tersebut melompat lebih dari dua kali lipat jika disandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun 2025. Perkembangan ini didorong oleh makin beragamnya segmentasi produk listrik yang dijajakan produsen, mulai dari city car, hatchback, sedan, SUV, hingga kendaraan keluarga MPV.
Baca Juga : Dugaan Sel Mewah Lapas Cibinong: Kalapas dan 4 Pejabat Dinonaktifkan
Menanggapi torehan positif ini, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menilai keberhasilan Atto 1 merupakan indikator kuat makin tingginya kepercayaan publik terhadap teknologi ramah lingkungan.
“Agustus 2026 menjadi momentum yang sangat menggembirakan bagi ekosistem kendaraan energi baru di tanah air. Tren ini mempertegas bahwa elektrifikasi bukan lagi sekadar solusi alternatif, melainkan telah bergeser menjadi arus utama mobilitas masyarakat,” ungkap Luther dalam keterangan resminya.
Tak cuma lini listrik murni (BEV) yang panen peminat, segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pada semester I 2026, akumulasi penjualan PHEV nasional menyentuh angka 7.000 unit, atau naik tiga kali lipat dibanding periode serupa di tahun lalu yang hanya berada di kisaran 2.000 unit.
Baca Juga : Kontak Tembak di Intan Jaya, 4 Anggota TPNPB-OPM Tewas
Fleksibilitas teknologi PHEV—mengandalkan motor listrik untuk rute harian serta mesin pembakaran internal untuk jarak jauh—menjadi magnet utama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tanpa khawatir jarak tempuh.
Salah satu pendorong utama di segmen hibrida ini adalah BYD M6 DM yang diperkenalkan sejak Mei 2026. Model ini langsung merebut perhatian pasar dengan mengamankan market share sebesar 47 persen sepanjang semester pertama.
Mengutip data penjualan terbarunya, sepanjang Mei hingga Agustus 2026, total pengiriman BYD M6 DM telah menembus 4.400 unit. Capaian ini menempatkan M6 DM sebagai penguasa segmen Dual Mode (DM) selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar dominan hingga 69 persen.
Performa penjualannya di bulan Agustus bahkan tumbuh 34 persen ketimbang Juli. Atas capaian dan respons positif pasar tersebut, model MPV ini juga dianugerahi penghargaan sebagai “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026”.






