Sempat Terbakar, Markas Denkesyah Bogor Direstorasi Jadi Cagar Budaya

Pemerintah Kota Bogor bersama Denkesyah Bogor untuk memulihkan fasilitas operasional mereka yang sempat hangus terbakar.

Rekam24.com, Bogor – Langkah nyata diambil Pemerintah Kota Bogor bersama Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 03.04.01 Bogor untuk memulihkan fasilitas operasional mereka yang sempat hangus terbakar.

Proses rekonstruksi resmi dimulai melalui seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan didampingi Komandan Denkesyah 03.04.01 Bogor, Letkol Ckm Dr. dr. Hadi Zulkarnain, M.Ked (Cardio), pada Kamis (11/6/2026).

Proyek pembangunan ini menjadi krusial agar Denkesyah Bogor dapat kembali menjalankan fungsi administratif dan operasionalnya secara normal. Pemerintah Kota Bogor menargetkan seluruh proses pengerjaan rampung dalam durasi lima bulan ke depan.

Baca Juga : K9 Mabes Polri Diterjunkan ke Jasinga, Buru Anjing Pemburu yang Lepas

Di hadapan media, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan kelegaannya karena proyek ini akhirnya bisa berjalan setelah melewati serangkaian proses birokrasi dan penyusunan anggaran yang cukup panjang.

“Alhamdulillah hari ini setelah sekian lama kita memfinalisasi masalah anggaran untuk pembangunan kembali Denkesyah yang terbakar beberapa waktu lalu. Hari ini kita mulai groundbreaking dan mudah-mudahan dalam lima bulan ke depan sudah bisa kembali digunakan sebagai tempat operasional Denkesyah Wilayah Bogor,” ujar Dedie.

Ia menambahkan, pihak pemkot pada awalnya mengalokasikan dana menyentuh angka Rp4 miliar. Namun, proses tender berhasil menekan angka tersebut menjadi lebih efisien.

Baca Juga : Gudang Rongsok di Sentul Ludes Terbakar, Percikan Las Jadi Pemicu

“Anggaran yang Pemkot siapkan sekitar Rp4 miliar, tetapi dalam proses lelang penawaran terendah yang memenuhi spesifikasi dan persyaratan adalah sebesar Rp3,7 miliar. Dengan nilai tersebut, kami berharap bangunan dapat kembali berdiri utuh dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Mengingat kompleksitas bangunan yang bernilai historis, Dedie memastikan bahwa proyek ini berjalan di bawah pengawasan ketat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Aspek orisinalitas gedung akan menjadi prioritas utama selama masa restorasi.

“Berdasarkan komunikasi dan diskusi dengan Tim Ahli Cagar Budaya, ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi dalam penanganan bangunan yang mengalami kebakaran. Struktur utama dan fasad bangunan tetap dipertahankan, sementara material lainnya akan disesuaikan. Yang jelas bentuk bangunan awal tidak boleh berubah,” tegasnya.

Baca Juga : Namanya Dicatut dalam Pusaran Kasus MBG Sony Sonjaya, Wamendagri Bima Arya Buka Suara: Hanya Koordinasi Resmi!

Pada kesempatan yang sama, Letkol Ckm Dr. dr. Hadi Zulkarnain, M.Ked (Cardio), selaku Komandan Denkesyah 03.04.01 Bogor, memaparkan bahwa cetak biru pemulihan ini sebetulnya sudah digodok sejak tahun lalu. Eksekusi lapangan baru bisa direalisasikan saat ini setelah seluruh urusan legalitas dan administrasi terpenuhi.

“Proses ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun lalu. Alhamdulillah pada bulan ini pembangunan dan restorasi Markas Denkesyah dapat mulai dilaksanakan kembali,” ungkapnya.

Hadi juga meluruskan bahwa setelah proyek selesai, gedung ini tidak akan beralih fungsi menjadi pusat perawatan medis ataupun ruang rawat inap.

“Gedung ini sejak awal memang difungsikan sebagai kantor dan Markas Denkesyah Bogor. Setelah selesai direstorasi, fungsinya tetap sebagai markas dan pusat kegiatan operasional Denkesyah,” katanya.

Rehabilitasi Markas Denkesyah ini diharapkan mampu menyokong kembali roda administrasi kesehatan TNI AD di area Bogor, sekaligus melestarikan salah satu aset warisan budaya kota. Berkat sinergi matang antara Pemkot Bogor dan instansi terkait, proyek ini diproyeksikan selesai tepat waktu demi menunjang kinerja optimal jajaran Denkesyah 03.04.01 Bogor. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *