3 Titik Banjir Terjang Kabupaten Bogor, Luapan Sungai hingga Drainase Jadi Penyebab

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Rekam24.com, Bogor – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dalam beberapa hari terakhir, tepatnya pada periode 13 hingga 15 April 2026, menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengungkapkan terdapat tiga lokasi terdampak banjir akibat meluapnya aliran air di wilayah tersebut.

“Untuk kejadian banjir periode 13 sampai 15 April, terdapat tiga titik lokasi terdampak di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Adam.

Lokasi pertama berada di Kecamatan Gunung Putri, tepatnya di Desa Bojong Nangka. Banjir terjadi akibat luapan Kali Setu yang tidak mampu menampung debit air, sehingga berdampak pada terjadinya longsor dan merusak jembatan penyeberangan antar gang warga.

Baca Juga : Tamara Bleszynski Cuma Jadi Tamu di Nikahan Teuku Rassya, Krisdayanti Semangati Sahabat: Percayalah

“Di Gunung Putri, Desa Bojong Nangka, luapan Kali Setu menyebabkan longsor serta berdampak pada jembatan penyeberangan antar gang,” jelasnya.

Selanjutnya, banjir juga terjadi di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang. Di lokasi ini, air meluap dari sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air. Selain itu, terdapat lubang atau aliran air yang langsung mengarah ke rumah warga sehingga memperparah genangan.

“Di Desa Karehkel, Leuwiliang, luapan berasal dari drainase ditambah adanya aliran yang langsung menuju ke rumah warga terdampak,” ungkap Adam.

Baca Juga : Film ‘Dilan ITB 1997’ Tayang Bioskop Mulai 30 April 2026, Ariel NOAH Siap Konser di Lapangan Sabuga

Sementara itu, di Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, banjir disebabkan oleh luapan kali irigasi yang menerus hingga menembus tembok belakang rumah warga.

“Untuk di Situ Udik, Cibungbulang, luapan kali irigasi bahkan sampai menerus ke tembok belakang rumah warga,” tambahnya.

Ia menjelaskan, secara umum penyebab banjir di tiga wilayah tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya sungai, irigasi, serta drainase yang tidak mampu menampung debit air.

“Secara umum, curah hujan tinggi membuat aliran air meluap dan kapasitas drainase tidak mencukupi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *