Rekam24.com, Bogor – Isak tangis dan kepanikan menyelimuti warga RT 02/RW 01, Kelurahan Muara Pasir Kuda, saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut pada sore hari pukul 14.30 WIB.
Salah satu warga yang terdampak cukup parah adalah Srimulyani (36), yang rumahnya tertimpa material atap bangunan sekolah yang terbawa angin.
Srimulyani menceritakan detik-detik mencekam saat peristiwa itu terjadi. Saat itu, ia sedang berada di dalam kamar menjaga anak-anaknya yang sedang tertidur lelap di tengah guyuran hujan lebat.
Baca Juga : 3 Titik Banjir Terjang Kabupaten Bogor, Luapan Sungai hingga Drainase Jadi Penyebab
“Sore itu sekitar setengah tiga, hujan gede banget dan angin kencang sekali. Tiba-tiba terdengar suara ‘bruk’ keras sekali dari atas atap,” ujar Srimulyani saat ditemui di lokasi kejadian. Kamis (16/4/26).
Sontak, ia langsung membangunkan anak-anaknya dan menggendong si bungsu untuk menyelamatkan diri ke luar rumah.
“Saya gemetaran, kirain saya tower yang ambruk karena suaranya kencang sekali. Ternyata pas dilihat, atap baja ringan dari sekolah sebelah sudah nangkring di atas rumah saya,” tambahnya.
Baca Juga : Film ‘Dilan ITB 1997’ Tayang Bioskop Mulai 30 April 2026, Ariel NOAH Siap Konser di Lapangan Sabuga
Di bagian ruang tamu, Kerusakan paling parah, atap bocor menyebabkan air hujan masuk hingga menggenangi ruangan. Kemudian, pada bagian kamar tidur Mengalami kebocoran ringan akibat genteng yang bergeser. Lalu di area teras, Tumpukan material atap sekolah merusak bagian depan rumah.
Di ruang tamu sampai banjir, air masuk semua. Sekarang atapnya sudah ngeyombong (melengkung/jebol), jadi kalau hujan lagi sudah pasti tidak bisa ditempati,” keluh Srimulyani.
Hingga berita ini diturunkan, material atap sekolah yang menimpa rumah warga tersebut belum sepenuhnya dievakuasi. Menurut penuturan Srimulyani, pihak BPBD masih menunggu koordinasi dengan pihak sekolah terkait pertanggungjawaban dan langkah pembersihan.
Baca Juga : Film ‘Dilan ITB 1997’ Tayang Bioskop Mulai 30 April 2026, Ariel NOAH Siap Konser di Lapangan Sabuga
“Tadi katanya dari BPBD mau nunggu proses dari pihak sekolah dulu. Kalau sekolah tidak ada tanggapan, baru nanti BPBD yang masuk,” ungkapnya.
Untuk sementara waktu, Srimulyani beserta anak-anaknya terpaksa mengungsi ke rumah mertua karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditinggali, terutama saat cuaca buruk masih mengancam.
Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait atau BPBD dapat segera memberikan bantuan perbaikan.
“Harapannya pengen rumah kembali rapi lagi seperti semula, biar bisa ditempati dengan tenang lagi,” pungkasnya. (Maya Melina)










