Rekam24.com, Bogor – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir memicu rentetan bencana di berbagai titik.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor hingga Kamis (16/04/26), tercatat sedikitnya 18 laporan kejadian yang didominasi oleh banjir lintasan, tanah longsor, dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyatakan bahwa timnya saat ini tengah fokus melakukan monitoring dan penanganan intensif di lapangan.
Baca Juga : Angin Kencang Terjang Muara Pasir Kuda, Atap Sekolah Terbang Timpa Rumah Warga
Salah satu kejadian menonjol terjadi di wilayah Pasir Jaya. Akibat hujan sangat lebat dengan intensitas mencapai 100 mm per hari, sebuah atap sekolah dengan bentangan sepanjang 30 meter terbang terbawa angin kencang dan menimpa tiga rumah warga di bawahnya.
“Kemarin kami sudah melakukan penanganan darurat dengan mengurangi beban material. Namun, untuk evakuasi lanjutan, kami membutuhkan koordinasi dengan dinas teknis untuk bantuan alat berat seperti crane atau beko,” ujar Dimas saat diwawancarai.
Sementara itu, wilayah Tegalega dan Babakan Asem juga melaporkan dampak yang cukup besar. Banjir lintasan akibat tingginya debit air merendam puluhan rumah warga serta fasilitas pendidikan, termasuk SD Pajajaran dan SD Babakan Asem. Di Babakan Asem sendiri, tercatat sekitar 30 kepala keluarga serta 150 siswa dan pengajar terdampak luapan air.
Baca Juga : 3 Titik Banjir Terjang Kabupaten Bogor, Luapan Sungai hingga Drainase Jadi Penyebab
Pemerintah Kota Bogor memastikan bahwa kebutuhan dasar para penyintas menjadi prioritas utama. Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat di Pasir Jaya, pemerintah akan memfasilitasi hunian sementara berupa bantuan kontrakan.
“Fokus kami adalah memastikan penyintas tetap bisa menjalani kehidupan seperti biasa. Dinas Perumahan dan Permukiman juga sudah turun untuk verifikasi pemulihan fisik,” tambah Dimas.
BPBD juga terus mendistribusikan bantuan logistik berupa matras dan selimut, terpal untuk penanganan darurat atap bocor/rusak, dan logistik makanan.
Hingga saat ini, BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian sejauh ini bersifat material, termasuk kerusakan dokumen penting dan barang rumah tangga yang terendam.
Saat ini, petugas gabungan masih tersebar di beberapa titik lainnya, termasuk melakukan penanganan pohon tumbang dan kerja bakti di wilayah Cimahpar untuk mempercepat pemulihan lingkungan. (Maya Melina)










