321 Pesilat Ikuti Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup IV 2026

Managing Director Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, Foto/Maya Melina
Managing Director Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, Foto/Maya Melina

Rekam24.com, Bogor – Sebanyak 321 pesilat dari 17 daerah di Jawa Barat mengikuti Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup IV 2026 yang digelar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, 25–27 September 2026.

Mengusung tema “Pencak Silat untuk Memperkuat Martabat Bangsa”, kegiatan tersebut menjadi wadah kompetisi sekaligus upaya melestarikan pencak silat seni tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Bacaan Lainnya

Festival yang memasuki penyelenggaraan tahun keempat ini diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya Bandung, Cianjur, dan Garut.

Wakil Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Barat, Helmi Sutikno, mengatakan penyelenggaraan Kebun Raya Bogor Cup IV menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga : Gudang di Nanggewer Cibinong Terbakar, Api Diduga Merembet dari Pembakaran Sampah

Menurut Helmi, jumlah peserta yang sebelumnya berada di kisaran 200 orang meningkat menjadi 321 peserta pada pelaksanaan tahun ini.

“Ini yang keempat, hebatnya Kebun Raya. Saya bangga. Saya sebagai Wakil Ketua IPSI Jawa Barat bangga. Satu lembaga PT MNR senang sekali dan ikut melestarikan budaya bangsa,” ujar Helmi, Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan, festival tersebut mempertandingkan enam kategori berdasarkan kelompok usia, yakni Pra-Usia Dini untuk anak-anak TK, Usia Dini tingkat SD, Pra-Remaja tingkat SMP, Remaja tingkat SMA, Dewasa, serta Sesepuh.

Penyelenggaraan festival pencak silat di Kebun Raya Bogor tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga mempertemukan aktivitas pelestarian budaya dengan ruang konservasi dan edukasi.

Baca Juga : Fasilitas Mewah Bak Vila di Lapas Cibinong Disorot DPR, Dasco Minta Komisi XIII Turun Tangan

Managing Director Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup IV di kawasan tersebut.

“Kebun Raya Bogor merasa sangat terhormat bisa dijadikan tempat untuk melaksanakan Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor yang ke-4. Ini buat kami sebuah kebanggaan tersendiri,” kata Marga.

Menurut Marga, Kebun Raya Bogor tidak hanya memiliki peran dalam menjaga kekayaan alam Indonesia, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mendukung pelestarian kekayaan budaya.

“Pada hari ini kita juga bisa turut berperan, turut mendukung untuk menjaga kekayaan Indonesia yang lain, yaitu seni budaya pencak silat,” ujarnya.

Baca Juga : Soal Rumah Mewah di Lapas Cibinong, Kanwil Ditjenpas Jabar: Itu Rumah Dinas Jabatan

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Marga menilai terdapat tren positif dari sisi partisipasi peserta.

Ia mengatakan peningkatan jumlah peserta perlu dipandang tidak semata-mata sebagai perkembangan sebuah turnamen, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi pencak silat dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

“Bukan hanya untuk turnamen, tapi untuk pelestarian, untuk mewarisi ke anak cucu kita, ke generasi penerus bahwa ada seni budaya Indonesia yang sangat-sangat cantik sekali seperti ini,” katanya.

Kehadiran kategori peserta mulai dari usia dini hingga sesepuh juga memberikan ruang bagi terjadinya regenerasi dalam seni pencak silat tradisi.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pencak silat.

Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup IV 2026 diharapkan dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan pesilat sekaligus ruang pelestarian budaya.

Kegiatan yang berlangsung hingga 27 September 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara olahraga, budaya, dan keterlibatan masyarakat di Kota Bogor.

Dengan melibatkan ratusan pesilat dari berbagai kelompok usia, Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup IV tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar seni pencak silat tetap dikenal, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *