Rekam24.com, Bogor – Pemandangan menyejukkan kembali hadir di jantung Kota Bogor. Bertempat di Vihara Dhanagun, ratusan anak yatim berkumpul untuk berbuka puasa bersama dalam rangkaian menyambut perayaan Cap Go Meh (CGM). Kehadiran tokoh nasional dan daerah dalam acara ini menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Kota Hujan.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang turut hadir dalam momentum tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, keberlangsungan kegiatan ini selama lebih dari satu dekade adalah bukti nyata kedewasaan toleransi warga Bogor.
“11 tahun itu waktu yang tidak sebentar. Jadi kalau terjaga selama 11 tahun, berarti kegiatan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan dan tradisi warga Bogor. Tidak saja tradisi berbaginya, tapi tradisi bersama dalam keberagamannya,” ujar Bima Arya.
Baca Juga : Indahnya Toleransi, Ratusan Anak Yatim Buka Puasa Bersama di Vihara Dhanagun Bogor
Ia juga menekankan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kekuatan sosial. “Ini menyimbolkan modal sosial di Kota Bogor yang sangat luar biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bima Arya menyoroti keistimewaan tahun ini di mana momen Ramadan berdekatan dengan suasana Imlek dan Cap Go Meh. Fenomena ini dianggap sebagai momentum edukasi yang tepat bagi generasi penerus.
“Tahun ini lebih istimewa karena Ramadan bertepatan dengan suasana Imlek. Jadi sangat spesial. Ini sangat baik untuk mendidik anak-anak muda, melakukan edukasi kepada generasi muda tentang makna kebersamaan dan keberagaman,” tegas mantan Wali Kota Bogor tersebut.
Baca Juga : Nekat Jual Miras Saat Ramadan, Toko di Terminal Cibinong Disegel Polisi!
Ketua Panitia Cap Go Meh Kota Bogor, Arifin Himawan, menjelaskan bahwa agenda hari ini melibatkan 400 anak yatim dari seluruh kecamatan di Kota Bogor. Acara ini menjadi pembuka dari rangkaian perayaan menuju puncak Cap Go Meh pada 3 Maret mendatang.
“Hari ini adalah awal pembuka perayaan menuju Cap Go Meh. Kami meminta masing-masing kecamatan untuk mengirimkan perwakilan anak-anak yatim. Kami ingin kebahagiaan ini dirasakan oleh semua, lintas agama dan latar belakang,” jelas Arifin.
Arifin juga menambahkan bahwa karena pelaksanaan tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, terdapat penyesuaian jadwal untuk menghormati umat Muslim yang beribadah.
Baca Juga : Patroli Skala Besar Ramadan, Bupati Bogor Bersama Forkopimda Berhasil Amankan 124 Botol Miras
Puncak Acara: Parade budaya dan barongsai akan digelar pada 3 Maret setelah salat Tarawih.
Pasar Malam: Masyarakat tetap bisa menikmati pasar malam “Tempo Jadul” di kawasan Surya Kencana selama tiga hari.
Batasan Partisipasi: Panitia membatasi pengisi acara dari luar kota karena keterbatasan waktu operasional selama bulan puasa.
“Tahun ini bersamaan dengan Ramadan, sehingga waktu kami terbatas. Kami memohon maaf tidak bisa mengakomodir teman-teman dari luar Bogor karena kami ingin memastikan semua berjalan dengan baik dan tetap menghormati waktu ibadah,” tutup Arifin.










