Rekam24.com, Bogor – Stasiun Bogor mulai melakukan penyesuaian besar-besaran terkait proyek pengembangan infrastruktur perkeretaapian. Mulai Rabu, 15 April 2026, Jalur 6 hingga Jalur 8 akan ditutup sementara untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line Stamformasi 12 (SF12).
Pengerjaan yang ditargetkan rampung dalam 90 hari ini bertujuan meningkatkan kapasitas angkut penumpang. Selama periode ini, layanan naik-turun pengguna akan terkonsentrasi di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa penutupan ini berdampak pada sedikit perubahan jadwal perjalanan. Sebanyak 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan akan mengalami pergeseran waktu sekitar 2-3 menit.
Baca Juga : Kinerja Pemkot Bogor Tunjukkan Tren Positif
Untuk memudahkan mobilitas, pihak KAI Commuter telah menyiapkan fasilitas jembatan penyeberangan sementara bagi pengguna yang masuk melalui akses Jalan Kapten Muslihat (Hall Barat).
Karina Amanda menekankan bahwa langkah ini merupakan respons atas tingginya volume pengguna di Stasiun Bogor yang mencapai 100 ribu orang per hari.
“Selama periode pekerjaan mulai besok 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5. Kami juga akan membangun fasilitas selasar dan penyeberangan rel sementara untuk memudahkan perpindahan penumpang dari pintu masuk sisi barat,” ujar Karina Amanda. Rabu (15/4/26).
Baca Juga : EdisiKhusus #Lengkap Kendaraan Dinas Listrik, Irit Operasional Namun Harga Belinya Tinggi
Ia juga menambahkan permohonan maaf atas hambatan yang mungkin terjadi selama proses renovasi berlangsung.
“Terdapat penyesuaian 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan Commuter Line Bogor selama 2-3 menit dari jadwal sebelumnya. KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, namun kami memastikan seluruh proses pembangunan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna,” pungkasnya. (Maya Melina)










