Rekam24.com, Jakarta – Ramadan tahun ini menjadi momentum lahirnya gerakan energi bersih berbasis umat. Dalam acara Nyala Ramadan di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, program Wakaf Energi dari Yayasan Pesantren Islam Al Azhar resmi berkolaborasi dengan Sedekah Energi yang diinisiasi MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact).
Kolaborasi ini mengusung pendekatan ekoteologi menghubungkan nilai keimanan dengan tanggung jawab menjaga bumi. Lewat gerakan ini, masjid didorong tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pionir penggunaan energi surya demi mendukung target nasional 100 GW energi terbarukan.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyambut positif langkah tersebut.
Baca Juga :Vibes Mewah Bandara, Awali Perjalanan dengan Sentuhan Premium Blue Sky Premier Lounge
“Wakaf energi adalah ikhtiar baru umat untuk kedaulatan energi. Kita mengubah cahaya matahari menjadi sumber daya yang menghidupkan masjid dan menopang kegiatan sosial secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana, menegaskan bahwa antusiasme publik terhadap isu iklim terus meningkat.
“Lebih dari 21 ribu donatur telah mendukung solarisasi masjid. Dengan sinergi bersama Wakaf Energi, kami ingin menghadirkan model pembiayaan hijau yang lebih besar, transparan, dan mudah direplikasi di berbagai daerah,” jelasnya.
Baca Juga : Lesti Kejora Tak Bisa Hamil Lagi, Rizky Billar Putuskan Rawat Bayi Berkebutuhan Khusus
Program ini sebelumnya telah memasang panel surya di enam masjid dengan total kapasitas 23.525 WP, sekaligus melatih komunitas setempat untuk mengelola teknologi tersebut secara mandiri.
Ramadan pun menjadi momen refleksi sekaligus aksi. Dari masjid, cahaya tak hanya memancar untuk ibadah, tetapi juga menjadi simbol komitmen umat dalam menjaga bumi melalui energi bersih yang berkelanjutan.










