Rekam24.com, Bogor – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Gunung Putri melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait dugaan pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di wilayah RW 12 Desa Gunung Putri.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budi mengatakan, pihaknya bersama jajaran kecamatan dan pemerintah desa langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Langkah DLH bersama jajaran Kecamatan Gunung Putri dan Desa Gunung Putri, kami sudah turun ke lapangan untuk menghentikan kegiatan tersebut. Lingkungan RT dan RW sudah kita panggil, dan kami juga sudah mengambil sampel air serta tanah di lokasi,” ujar Agus.
Baca Juga : Mudik Aman! Dishub Bogor Nyatakan 12 Bus dan 30 Sopir Laik Jalan
Ia menjelaskan, dari temuan awal di lapangan, sampah yang dibuang bukan merupakan sampah domestik atau rumah tangga, melainkan diduga limbah B3.
“Ini adalah sampah B3, bukan sampah domestik. Besok kemungkinan kami menunggu limpahan surat dari Desa Gunung Putri terkait lokasi pabrik yang ada di sekitar area pembuangan sampah tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Gunung Putri, Kurnia Indra mengatakan, sidak dilakukan bersama unsur pemerintah desa, DLH, serta aparat keamanan setelah adanya laporan dugaan pembuangan limbah.
“Hari ini pemerintah Kecamatan Gunung Putri bersama DLH, Kepala Desa Gunung Putri, Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengecek langsung laporan adanya indikasi pembuangan limbah di wilayah Desa Gunung Putri, tepatnya di RW 12,” kata Kurnia.
Baca Juga : Kondisi Sheila Dara Ditinggal Suami Meninggal, Ringgo Kenang Pertemuan Terakhir dengan Vidi Aldiano
Menurutnya, dari hasil pengecekan di lokasi, petugas menemukan sejumlah bukti adanya dugaan limbah yang ditimbun di area tersebut.
“Kami menemukan beberapa bukti memang ada limbah yang diindikasikan diurug di lokasi itu. Sampel sudah diambil, baik sampel air, limbah maupun tanah untuk selanjutnya diproses,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa limbah yang ditemukan bukan merupakan sampah rumah tangga, melainkan diduga limbah B3.
“Kegiatan di lokasi sudah dihentikan. Saat kami datang juga tidak ada lagi aktivitas di tempat tersebut. Selanjutnya pihak-pihak yang terlibat akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” tandasnya.










